Bisnis

Pertamina MOR V Agresif Sosialisasikan Produk Gas Hidrokarbon Refrigerant Ramah Lingkungan

Pertamina mulai gencar memasarkan gas hidrokarbon refrigerant dari gas alam yang aman untuk ozon. Ini produknya...

Pertamina MOR V Agresif Sosialisasikan Produk Gas Hidrokarbon Refrigerant Ramah Lingkungan
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Totok Sugiharto, Operation Area Manager Jatim Balinus bersama Sales Eksekutif Industri dan. gas Produk Region V Mohammad Rizal (pertama dan kedua dari kanan) saat memberikan pengarahan kepada perwakilan teknisi di Kantor Pertamina MOR V Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penggunaan produk gas hidrogen Refrigerant untuk Air Conditioner (AC) dan pendingin lemari es dari bahan sintetis yang dianggap merusak lapisan ozon mulai dikurangi. Sebagai gantinya, PT Pertamina (Persero) menyediakan produk gas hidrokarbon refrigerant dari gas alam yang aman untuk ozon dengan brand Musicool.

Produk yang sudah dikenalkan sejak 2015 itu, kini agresif dipasarkan oleh PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara untuk penetrasi ke pasar dengan menggandeng para teknisi AC dan lemari es.

Junior SE Industry & Gas Product Pertamina MOR V Muhammad Rizal mengungkapkan, Musicool adalah produk gas yang tidak mengandung bahan perusak ozon. "Sehingga kami juga mengenalkan dan edukasi masyarakat bahwa Pertamina tidak hanya menjual BBM,’’ ujar Rizal, pekan lalu.

Sejak dikenalkan di pasar, penggunaan Musicool paling banyak oleh segmen industri, untuk AC, yaitu sekitar 60 persen. Sementara untuk AC perumahan 30 persen.

’’Yang banyak pakai produk kami adalah perhotelan, mal, rumah sakit, kantor, dan industri-industri lainnya. Berkaca dari tahun lalu, pertumbuhan Musicool cukup baik di sekitar angka 20–30 persen,’’ jelas Rizal.

Menurut Rizal, market share Musicool dengan refrigerant sintetik sampai saat ini masih bersaing ketat, yakni masing-masing menguasai 50 persen pasar.

Rizal mengungkapkan, produk Musicool yang paling laris ialah kemasan 6 kilogram yang konsumsinya mencapai 80 persen. Pihaknya mentargetkan peningkatan sampai akhir tahun ini mencapai 40 persen.

"Ya karena peluangnya juga masih besar dan luas. Apalagi, kesadaran masyarakat untuk beralih ke Musicool sampai saat ini masih terus disosialisasikan. Karena masih banyak masyarakat yang belum tahu," ujarnya.

Adapun jenis dari Musicool, terdapat MC-22 yang digunakan sebagai refigeran pengganti pada mesin pendingin ruangan yang sebelumnya menggunakan refrigerant sintetik jenis R-22 seperti AC Split, AC Central, dan Chiller.

Sedangkan MC-134 digunakan sebagai refrigerant pengganti pada mesin pendingin yang sebelumnya menggunakan refrigerant sintetik jenis R134a seperti AC kendaraan dan mesin pendingin yang sebelumnya menggunakan R-134a dan R-12.

Produk tersebut diklaim bisa lebih efisien daripada gas hidrokarbon refrigerant yang kerap digunakan pada AC. Penggunaan hidrokarbon juga diklaim bisa menghemat penggunaan listrik hingga 20 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help