Berita Mojokerto

Ini Alasan Pelaku yang Lakukan Penganiayaan Gara-gara 'Rebutan' PSK di Mojokerto

Pri di Mojokerto menghajar lelaki lain karena membawa pergi PSK yang sudah dibayarnya. Terungkap, ini alasan pelaku.

Ini Alasan Pelaku yang Lakukan Penganiayaan Gara-gara 'Rebutan' PSK di Mojokerto
metrotvnews
ilustrasi penganiayaan 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Tim Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Mojokerto berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) bersama teman lelakinya.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP M. Fery menuturkan setelah melakukan penganiayaan pelaku kabur melarikan diri. Kurang dari 24 jam setelah penganiayaan itu anggotanya berhasil menangkap pelaku tidak jauh dari lokasi kejadian, Minggu (10/6/2018) dini hari.

"Kami menangkap pelaku ketika berada di rumah saudaranya di daerah Jedong Ngoro Mojokerto," ujarnya kepada Surya.

Adapun kejadian penganiayaan ini berawal ketika pelaku bersama dua temannya menuju ke Tretes Pasuruan untuk memboking wanita PSK berinisial (SO) di Wisma Flamboyan, Sabtu (09/06/2018) sekira pukul 04.00 dini hari. Mereka kemudian membawa wanita itu ke sebuah tempat di Desa Jedong Ngoro.

Setelah itu, wanita itu menghubungi korban AR (29) warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro melalui Facebook Mesanger. Dia meminta korban untuk menjemputnya lantaran tidak dipulangkan oleh pelaku sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun ternyata pelaku menolak ketika korban menjemput wanita yang dikencaninya hingga berujung penganiayaan.

Fery mengatakan, pemicu penganiayaan ini lantaran pelaku tidak terima ketika wanita yang dikencaninya itu dijemput pria lain. Pasalnya, pelaku bersikukuh telah membayar mahal biaya kencan bersama wanita itu.

"Pelaku melakukan penganiayaan yakni memukul kedua korbannya memakai gelas kaca hingga pecah," jelasnya.

Menurut dia, pihaknya berhasil menyita barang bukti berupa satu gelas kaca dalam kondisi pecah yang dipakai pelaku menganiaya korbannya. Selain itu pihaknya juga menyita dua ponsel milik pelaku.

"Kasus penganiyaan ini masih dalam proses penyidikan, untuk pelaku masih dilakukan pemeriksaan intensif di ruang penyidik," kata Fery. 

Baca: Tak Terima PSK Idamannya Dibawa Lelaki Lain, Pria di Mojokerto Ngamuk

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help