Citizen Reporter

Jangan Lupa Oleh-oleh Cokelat Kelor

Produk dengan bahan baku utama daun kelor memiliki beberapa varian, di antaranya cokelat, spageti, cookies, sereal, pudding powder, dan cokelat gift.

Jangan Lupa Oleh-oleh Cokelat Kelor
ist

Acara mudik belum lengkap tanpa membawa oleh-oleh khas.. Apalagi jika daerah tujuan mudik jauh, tentu makanan/ kerajinan khas merupakan hal paling ditunggu.

Ya, itulah peluang yang ditangkap Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kota Probolinggo melalui kegiatan Re-Opening Pusat Oleh-oleh Khas Kota Probolinggo. Re-Opening berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Selasa (22/5/2018).

Terkenal sebagai daerah pesisir, Kota Probolinggo memiliki aneka makanan khas olahan hasil laut dan olahan hasil pertanian. Itu seperti olahan produk kelor dan minuman khas yang cukup menarik.

Begitu pula batik motif khas dan aneka kerajinan juga tak kalah menarik dipilih. Harga produk cukup terjangkau dan bervariasi, yakni Rp 8.000–Rp 180 ribu.

Salah satu produk makanan khas yang unik dan cukup diminati adalah produk olahan kelor milik Syaiful Hadi. Produk dengan bahan baku utama daun kelor itu memiliki beberapa varian, di antaranya cokelat, spageti, cookies, sereal, pudding powder, dan cokelat gift. Harganya relatif terjangkau. Sepotong cokelat kelor 50 gr dipatok Rp 13 ribu, sedangkan olahan lainnya tidak lebih dari Rp 30 ribu.

Proses pembuatannya terbilang cukup mudah, yaitu daun kelor yang masih muda dan segar dipetik dari batangnya. Setelah itu, daun kelor dikeringkan lalu diblender hingga halus menjadi tepung. Tepung itu kemudian dicampur dengan cokelat bubuk dan diberi sari rasa alami, misal rasa original, kurma, kacang mente, dan keju.

Daun kelor dipilih karena dipercaya mampu mengatasi kolesterol, menormalkan tekanan darah dan gula darah, serta menyegarkan mata dan otak. Karena itu tak salah jika produk khas dan unik ini cukup laku dan layak dijadikan sebagai oleh-oleh khas Probolinggo.

Demi kemudahan dan kenyamanan pembeli, disediakan pula kardus dengan kemasan menarik. Tak lupa paket oleh-oleh dalam bentuk parsel sebagai paket khas dengan harga bervariasi mulai dari Rp 150 ribu atau sesuai permintaan. Layanan oleh-oleh dibuka mulai pukul 09.00–14.00.

Gatot Wahyudi, Kepala DKUPP Kota Probolinggo menyatakan kegiatan itu untuk memudahkan pencarian produk khas Kota Probolinggo. “Tujuannya memfasilitasi UMKM binaan kami dan konsumen yang membutuhkan produk unggulan Kota Probolinggo,” katanya.

Irma Fitri Nuraini
Penyuluh Perindag Kota Probolinggo

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help