Berita Banyuwangi

Banyuwangi Larang Penggunaan Mobil Dinas Selama Cuti Lebaran

Selama pelaksanaan cuti bersama Lebaran, mobil dinas Pemkab Banyuwangi wajib dikandangkan.

Banyuwangi Larang Penggunaan Mobil Dinas Selama Cuti Lebaran
surya/haorrahman
Mobil dinas Pemkab Banyuwangi telah dikandangkan di kantor Pemkab. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Selama pelaksanaan cuti bersama Lebaran, mobil dinas Pemkab Banyuwangi wajib dikandangkan.

Pelarangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 065/1244/429.013/2018 perihal penggunaan kendaraan dinas roda empat selama cuti bersama Hari Raya Idul Fitri.

Sekretaris Daerah Banyuwangi Djajat Sudrajat mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan instruksi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), yang melarang penggunaan mobil dinas dipakai untuk mudik atau kepentingan pribadi saat Lebaran.

“Sejak tahun 2014, kami memang telah sepakat melarang mobil dinas dipakai untuk berlebaran. Seluruh mobil dinas wajib diparkir di halaman kantor Pemkab Banyuwangi selama cuti bersama Lebaran,” kata Djajat, Sabtu (9/6/2018).

Djajat menjelaska‎n, seluruh kendaraan berpelat merah tersebut mulai dikandangkan sejak Jumat (8/6/2018) dan (9/6/2018) pukul 13.30 WIB.

Satu persatu kendaraan dinas tersebut mulai diparkirkan di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi mulai Jumat (8/6/2018) sore.

"Kecuali, kendaraan operasional khusus yang memang untuk tugas di lapangan. Misalnya, mobil tanki pemadam kebakaran, mobil tanki penyiram taman, mobil operasional Dinas Perhubungan (Dishub), dan mobil dinas di kantor-kantor camat," jelas Djajat.

Djajat menambahkan, mobil dinas yang telah diparkir tersebut dapat diambil kembali pada hari terakhir libur Lebaran.

“Kendaraan dinas dapat diambil kembali Hari Rabu, 20 Juni 2018 mulai pukul 09.00 WIB,” katanya.

Selain aturan pelarangan penggunaan, lanjut Djajat, juga melarang para PNS mengajukan izin tidak masuk dan cuti kerja sebelum maupun setelah cuti bersama yang telah ditetapkan.

Ini dilakukan agar tidak mengganggu pelayanan publik pasca Hari Raya Idul Fitri. Apalagi, cuti bersama tahun ini lebih panjang.

“Saya minta seluruh Kepala SKPD meningkatkan pengawasan kedisiplinan terhadap stafnya. Jika setelah cuti lebaran ada PNS yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, saya minta segera diproses sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS,” tambahnya.

Cuti bersama tahun ini berlangsung selama tujuh hari, 11-14 dan 18-20 Juni.
Ditambah libur reguler, Sabtu dan Minggu pada tanggal 16-17 Juni.

Maka jika ditotal libur lebaran PNS sampai 10 hari.

Penulis: Haorrahman
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help