Pilkada 2018

Ratusan Pengungsi Syiah asal Sampang akan Ikut Pemungutan Suara di Tempat Pengungsian

Ratusan pengungsi Syiah asal Sampang yang ada di Sidoarjo akan melakukan pemungutan suara Pilgub Jatim di tempat pengungsian.

Ratusan Pengungsi Syiah asal Sampang akan Ikut Pemungutan Suara di Tempat Pengungsian
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Para Komisioner KPU Jatim hadir pada acara Bimbingan Teknis Media, Jumat (8/6/2018) di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur telah memastikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi warga pengungsi Syiah asal Sampang, Madura.

Komisioner KPU Jatim, Choirul Anam menegaskan bahwa para pengungsi tetap melaksanakan pemilihan di tempat pengungsian, yakni di Rumah Susun Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Akhirnya, kami memutuskan untuk pemungutan suara bagi 253 calon pemilih yang sudah didata akan memilih di tempat pengungsian," kata Anam pada Bimbingan Teknis Media, Jumat (8/6/2018) di Sidoarjo.

Pihaknya memastikan bahwa para pengungsi tetap memiliki hak yang sama. "Pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut dari Surat perintah dari KPU RI yang mewajibkan KPU Jawa Timur wajib memfasilitasi pengungsi syiah," kata Anam.

Di tempat pengungsian, KPU akan menyiapkan dua TPS. "Kami menyiapkan dua TPS karena para pengungsi berasal dari dua desa dan dua kecamatan berbeda di Sampang," kata Anam.

TPS pertama adalah TPS 25, untuk pengungsi asal Desa Bluruan Kecamatan Karang Penang, Sampang. Jumlah DPT yang memilih di tempat ini berjumlah 124 suara terdiri dari 62 laki-laki dan 62 perempuan.

Sedangkan TPS kedua adalah TPS 9 yang berasal dari Desa Karanggayam, Kecamatan Omben. Jumlah pemilih di tempat ini mencapai 129 pemilih, terdiri dari 65 laki-laki dan 64 perempuan.

Anam menjelaskan bahwa baik petugas pemungutan suara maupun bahan logistik pemungutan suara yang digunakan berasal dari Sampang. "Kami sudah siap pengamanan dengan bantuan dari Polda Jatim. Sementara untuk petugas pemungutan suara berasal dari Sampang," ujarnya.

Dengan adanya kepastian ini, maka pengungsi syiah tak perlu lagi kembali ke daerah asal. Sebelumnya, KPU sempat memberikan alternatif untuk mumungut suara di daerah asal.

Untuk diketahui, selama hampir lima tahun pengungsi Syiah Sampang tinggal di penampungan di Rusun Pusat Pasar Agrobisnis (Puspa Agro), Jemundo, Sidoarjo.

Sementara untuk pilkada serentak 2018, warga Sampang akan mengikuti pemilihan gubernur sekaligus pemilihan bupati.

Sementara itu, pada Bimtek bertajuk "Bimtek Pemungutan dan Perhitungan Suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur tahun 2018", ini dihadiri oleh seluruh Komisioner KPU Jatim.

Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, menyampaikan pentingnya kerjasama antara penyelenggara pilkada dengan awak media.

"Untuk menjaga pilkada agar Guyub Rukun, perlu kerjasama antara media dengan penyelenggara pilkada. Oleh karenanya, Bimtek ini diselenggarakan, utamanya untuk memberikan beberapa hal terkait pemungutan. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help