Berita Mojokerto

Krisis Air Empat Dusun di Kabupaten Mojokerto, BPBD Droping Air untuk Masak dan Minum Saja

BPBD Kabupaten Mojokerto terpaksa membatasi droping air itu hanya untuk kebutuhan masak dan minum.

Krisis Air Empat Dusun di Kabupaten Mojokerto, BPBD Droping Air untuk Masak dan Minum Saja
surya/mohammad romadoni
Warga Dusun Kandangan Desa Kunjowesi Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto membawa jirigen untuk mengambil air bersih di tandon Droping air. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Warga di empat dusun, Desa Kunjorowesi, Kabupaten Mojokerto, kini harus melalui perbukitan sejauh 3 km untuk mengambil air.

Musim kemarau ekstrim yang diprediksi hingga Oktober mendatang membuat warga kesulitan memperoleh air bersih.

Untuk meringankan beban warga setempat yang kesulitan air bersih Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mulai melakukan droping air.

Sebanyak 1.650 warga Desa Kunjorowesi terdampak bencana kekeringan setiap harinya mendapat droping air tiga truk tangki.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini, menjelaskan pihaknya terpaksa membatasi droping air itu hanya untuk kebutuhan masak dan minum.

"Droping air tidak untuk keperluan mandi dan cuci, pembatasan ini dilakukan untuk menghemat anggaran lantaran minimnya ketersediaan pasokan air," ujarnya Jumat (8/6/2018).

Zaini mengatakan untuk droping air ke lokasi bencana kekeringan ini pihaknya meminta bantuan armada angkutan berupa tangki air dari Pemprov Jawa Timur dan dari instansi swasta di sekitar Kabupaten Mojokerto.

Ini dilakukannya demi membantu warga yang kesulitan air bersih supaya pasokan droping air tidak sampai terlambat.

"Lokasi bencana kekeringan letaknya di daerah perbukitan jadi kami membutuhkan kendaraan truk tangki air untuk melakukan droping air," ungkapnya.

Ditambahkannya, seluruh biaya droping air ini ditanggung oleh BPBD yang juga melibatkan pengusaha untuk berpartisipasi mengatasi krisis air ini.

"Kami pastikan pasokan droping air selama lebaran hingga satu bulan ke depan aman," pungkasnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help