Ramadan 1439 H

Kolak Ayam Gumeno, Manyar Gresik, upaya Melestarikan Tradisi Sunan Dalam

Masyarakat Gumeno melaksanakan kegiatan masak kolak ayam selama 493 kali setiap malam ke-23 bulan suci Ramadan.

Kolak Ayam Gumeno, Manyar Gresik, upaya Melestarikan Tradisi Sunan Dalam
surya/sugiyono
KOLAK AYAM - Panitia kolak ayam membagikan kolak ayam kepada masyarakat yang memesan, Kamis (7/6/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Masyarakat desa Gumeno Kecamatan Manyar terus melestarikan kegiatan berbuka puasa dengan kolak ayam atau sangring. Dana yang digunakan Rp 95 Juta.

Suudi (40), panitia masakan kolak ayam mengatakan bahwa masyarakat Gumeno melaksanakan kegiatan masak kolak ayam selama 493 kali setiap malam ke-23 bulan suci Ramadan.

Untuk membuat sangring atau kolak ayam, panitia harus menyediakan ayam kampung, Gula merah, Bawang daun, jinten dan kepala untuk dibuat santan.

"Saat ini panitia menyediakan 225 ekor ayam, gula merah 700 kilogram, Bawang daun 230 kilogram, jinten 40 kilogram dan kelapa buat santan 600 butir," kata Suudi, yang juga pengurus remaja masjid Jamik Sunan Dalem, Kamis (7/6/2018).

Selanjutnya untuk memasak kolak ayam, panitia melibatkan masyarakat sekitar masjid Jamik Sunan Dalem. Namun, yang dilibatkan memasak hanya para Bapak-bapak. Mulai memasak ayam, membersihkan bulu ayam, mencacah daging ayam, sampai yang membagikan kolak ayam semuanya dikerjakan oleh tenaga laki-laki.

"Sesuai petunjuk sunan dalem, maka yang mengerjakan kolak ayam semuanya laki-laki," katanya.

Dari bahan baku itu, panitia masakkan kolak ayam menjadikan 520 porsi. Setiap porsi dijual ke masyarakat seharga Rp 200.000. Selain itu, ada juga kolak ayam yang diberikan gratis kepada masyarakat yang melaksanakan berbuka puasa di masjid Jamik Sunan Dalem.

"Kita sediakan kolak ayam kepada  masyarakat yang berbuka puasa di masjid," imbuhnya.

Sementara, Marjuki (61), yang setiap tahun menjadi panitia masak kolak ayam mengatakan bahwa kolak ayam ini warisan Sunan Dalem, putra Sunan Giri.

"Saat itu, Sunan dalam sedang sakit, kemudian tidak kunjung sembuh. Setelah itu mendapat petunjuk untuk membuat kolak ayam, sehingga sembuh. Kemudian dilanjutkan masyarakat Gumeno sampai sekarang," kata Marjuki.

Menurut Marjuki, kolak ayam sekarang ini juga mengandung rempah-rempah sehingga bisa membuat sehat bagi masyarakat yang berbuka puasa dengan kolak ayam.

"Lihat bahan bakunya saja ada jinten, bawang daun, daging ayam dan santan. Itu bisa membuat badan orang sehat," katanya.

Bahkan, masak kolak ayam sudah menjadi agenda tahunan dinas pariwisata Kabupaten Gresik.

"Kegiatan ini sudah masuk agenda rutin setiap tahun dinas pariwisata Kabupaten Gresik, sehingga bisa menjadi kegiatan pariwisata," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help