Ramadan 1439 H

Umat Muslim Padati Masjid Al-Akbar Surabaya, Manfaatkan Malam Ganjil Ramadan Lakukan ini

Puluhan ribu umat muslim dari berbagai usia berkumpul di Masjid Al-Akbar Surabaya

Umat Muslim Padati Masjid Al-Akbar Surabaya, Manfaatkan Malam Ganjil Ramadan Lakukan ini
surya/ahmad zaimul haq
QIYAMUL LAIL - Umat muslim amaah mengikuti salat tahajud, hajat dan tasbih saat melakukan itikaf atau berdiam diri di dalam masjid pada malam ganjil hari ke-21 Ramadan di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (6/6) dini hari. Menginjak malam 21 Ramadan, Masjid Al Akbar menggelar acara ibadah qiyamul lail, untuk memperoleh berkah lailatul qadar. 

SURYA.co.id |SURABAYA - Puluhan ribu umat muslim dari berbagai usia berkumpul di Masjid Al-Akbar Surabaya untuk melakukan iktikaf di malam ganjil pertama 10 hari sebelum berakhirnya bulan suci Ramadhan, Selasa (5/6). Umat muslim berlomba-lomba mengerjakan ibadah pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. karena malam Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada hari tersebut.

Ibadah yang dilakukan umat muslim saat iktikaf di Masjid Al-Akbar diantaranya Sholat sunnah, Sholat Tasbih, Sholat Tahajud, berdzikir, dan membaca Al-Qur'an. Bahkan, sangking kusyuknya sebagian jamaah ada yang meneteskan air mata saat berdzikir.

Dari hasil pengamatan para jamaah yang hadir telah mempersiapkan bekal makanan seperti roti dan air untuk mengganjal perut selama bermalam di masjid. Selain itu, ada pula yang memilih untuk beristirahat sejenak setelah ibadah, karena keesokan harinya, Rabu (6/6) mereka harus tetap menjalankan rutinitas.

Helmy Muhammad Noor selaku humas Masjid Al-Akbar mengatakan, jamaah yang melakukan iktikaf tahun ini diperkirakan meningkat. Sebab, di hari pertama malam ganjil 10 hari sebelum berakhirnya Ramadhan jamaah yang hadir terlampau hingga 10.000 orang. Tempat ibadah Jamaah wanita pun terlihat penuh. "Malam pertama tahun lalu tidak seperti ini. Tahun ini jumlahnya meningkat,'' kata Helmy.

Umat muslim tak hanya melakukan iktikaf pada hari pertama malam ganjil saja. Melainkan juga pada malam ganjil berikutnya hingga hari raya Idul Fitri tiba. Helmy memperkirakan puncak dari ibadah iktikaf akan terjadi pada malam ke 25 yakni tanggal 9 Juni. "Karena malam ahad pasti akan lebih banyak jamaah yang datang daripada hari ini," ujarnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya jamaah yang beriktikaf di Masjid Al-Akbar, Helmi mengatakan, pihaknya akan menggunakan lantai 2 untuk beribadah. Selain itu juga mempersiapkan dokter dan tim medis. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi adanya jemaah yang sedang dalam kondisi tidak fit. "Nanti ada dokter, tiga paramedis, dan dua ambulan, itu kami lakukan untuk mengantisipasi jemaah sakit. Terutama untuk jamaah lansia," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan fasilitas tempat duduk untuk jamaah disabilitas. "Ada jalur khusus pula untuk jamaah disabilitas," ucap Helmy.

Para jamaah yang datang beriktikaf di Masjid Al-Akbar bukan hanya warga Surabaya saja, melainkan warga Jawa Timur. Helmy menyebutkan, sebagian jamaah luar Kota Surabaya, datang rombongan menggunakan transportasi bis. "Biasanya warga Jawa Timur seusai Ziarah 5 Wali, mereka memilih iktikaf di Masjid Al-Akbar," ujarnya.

Salah satu jamaah yang berasal dari Sidoarjo bernama Masruroh mengatakan, Ia selalu menyempatkan beriktikaf di Masjid bersama keluarga. "Setiap bulan Ramadhan, Insyaallah selalu kami lakukan. Tadi saya datang ke Masjid Al-Akbar bersama suami dan anak," ujarnya.

Masruroh menambahkan, iktikaf adalah momen bagi umat muslim untuk memperbaiki diri. Selain itu, berharap mendapatkan amalan Malam Lailatul Qadar. "Ini adalah momen yang pas untuk berserah diri dan meningkatkan ibadah dibulan suci Ramadhan. Tidak hanya dibulan suci saja kedepan Insyaallah akan berlanjut," kata Masruroh.

Jamaah lain bernama Fikratan rafiuddin dawwas, mengatakan ia memilih Masjid Al-Akbar untuk beriktikaf karena memiliki tempat yang luas. Sehingga ia tak perlu khawatir tidak mendapatkan shaf saat sholat. "Tempatnya nyaman dan besar, ibadah jadi lebih kusyuk," katanya.

Meski usianya masih menginjak angka 15 tahun, Dawwas sapaan akrabnya rutin menjalan iktikaf saat Ramadhan. Sebab, Dawwas sudah dilatih oleh orang tuanya dari umur 10 tahun untuk melaksanakan iktikaf. "Saya sudah terbiasa beriktikaf karena orang tua sudah membiasakan sejak kecil," ujarnya.

Bahkan, Dawwas menularkan kebiasaan beriktikaf di Masjid ke adik pertamanya. Ia datang ke Masjid Al-Akbar bersama adiknya pukul 22.00 dengan menggunakan transportasi online. "Rumah saya di Sidoarjo, kebetulan orang tua saya lagi umroh. Jadi saya berangkat sendiri dengan adik," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help