Citizen Reporter

Sembuhkan Diri Sendiri dengan Yuru-Yuru

Berbeda dengan massage yang dilakukan terapis dengan memakai tenaga, metode Yuru-Yuru cukup memberikan sugesti ke pasien.

Sembuhkan Diri Sendiri dengan Yuru-Yuru
ist

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan pelatihan Yuru-Yuru (Relaxation Body Therapy), Rabu (6/6/2018) di Aula UPT Perpustakaan UNJ. Kegiatan itu diinisiasi Sofyan Hanif, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJ.

Terapis Mr Kumamoto dan Mrs Toshiko dari Jepang didatangkan. Ratusan peserta baik dari kalangan dosen, mahasiswa, maupun komunitas terapi siap menerima materi.

Yuru-Yuru Therapy adalah cara self care, meringankan penyakit badan sendiri maupun orang lain. Relaksasi badan memberikan relaksasi hati dan emosi. Terapi itu sudah populer di Jepang dan sangat efektif meringankan cedera maupun kelelahan tanpa massage.

Jika biasanya kebanyakan orang melakukan massage untuk mengurangi kelelahan maupun penanganan cedera, kali ini cukup dengan merelaksasi tubuh. Berbeda dengan massage yang dilakukan terapis dengan memakai tenaga, metode Yuru-Yuru cukup memberikan sugesti ke pasien sehingga terjalin komunikasi alam bawah sadar yang menggerakkan tubuh pasien sesuai dengan keinginan (berkaitan langsung dengan otot yang cedera).

Biasanya gerakan yang dihasilkan berbeda setiap orang karena berkaitan dengan posisi/letak ketegangan dan cedera. Teknik ini bisa dilakukan sendiri maupun dibantu terapis. Itu juga dapat dipelajari melalui http://relaxsense.com.

Beberapa sukarelawan yang mencoba diterapi saat pelatihan mengaku, teknik ini memberi efek yang luar biasa terhadap tubuh. Dua orang dengan keluhan cedera pinggang merasakan kondisi yang lebih baik setelah diterapi. Begitu pun dengan dua orang yang memiliki keluhan cedera lutut dan lengan.

Teknik relaksasi ini sangat cocok digunakan dalam recovery atlet. Dikatakan Kumamoto, kadang-kadang orang tidak bisa menggunakan 100 persen tenaganya. Akan tetapi, dengan metode relaxation body therapy, tenaga yang tersimpan dalam tubuh dibangkitkan secara maksimal melalui relaksasi.

Selain teknik ini, dalam mata kuliah Mental Training Program Doktoral Pendidikan Jasmani UNJ juga diajarkan teknik self hypnosis melalui autogenic training. James Tangkudung yang berpengalaman menangani mental atlet Indonesia papan atas dalam menghadapi kejuaraan dunia.

Metode itu juga sangat efektif diterapkan dalam melatih konsentrasi, yaitu dengan self talk (berbicara dengan diri sendiri), fokus, dan meminimalkan gangguan-gangguan self talk negatif dan anxiety (kecemasan). Melalui kegiatan praktikum di kelas yang diikuti 30 orang, autogenic training juga memberi efek langsung terhadap proses relaksasi.

Aridhotul Haqiyah
Mahasiswa Program Doktoral Pendidikan Jasmani
Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help