Bisnis

Pasar Sedang Moncer, Sekar Laut Tambah Kapasitas Produksi Untuk Sambal

produsen kerupuk dan bumbu PT Sekar Laut Tbk (SKLT), melakukan ekspansi menambah kapasitas produksi sambal seiring permintaan yang besar

Pasar Sedang Moncer, Sekar Laut Tambah Kapasitas Produksi Untuk Sambal
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
John C Gozal, (kedua dari kanan), Direktur PT Sekar Laut Tbk, bersama jajaran manajemen lainnya, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Produk sambal memiliki pasar yang kuat dan besar. Hal itu membuat produsen kerupuk dan bumbu PT Sekar Laut Tbk (SKLT), melakukan ekspansi menambah kapasitas produksi produk tersebut. 

"Tahun ini kami akan tambah kapasitas produksi sambal. Tahun lalu masih 3.000 ton atau masih 50 persen, tahun ini kami target bisa 6.000 ton per tahun," kata John C Gozal, Direktur PT Sekar Laut Tbk, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Surabaya.

Untuk keperluan penambahan kapasitas produksi sambal tersebut, perseroan menyiapkan investasi sebesar Rp 20 miliar, dan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada kuartal IV tahun ini.

"Kami berharap dengan tambahan kapasitas produksi sambal ini bisa berkontribusi pada total penjualan perseroan tahun ini yang diproyeksikan sebesar Rp 1 triliun," lanjut John.

Penambahan kapasitas itu terkait dengan pertumbuhan penjualan produk sambal yang cukup bagus dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, tahun lalu pertumbuhan penjualannya lebih menonjol dibandingkan dengan dua produk perseroan lainnya, yaitu krupuk dan roti.

Hal itu disebabkan produk sambal baru saja diluncurkan dan sekarang dalam masa pertumbuhan serta pembentukan pasar. "Wajar bila pertumbuhan penjualannya juga cukup menonjol di kisaran 25 persen hingga 30 persen. Namun, hal itu juga yang menjadi alasan kami menambah mesin sambal," jelas John.

Saat ini penjualan produk sambal memberikan kontribusi 42 persen terhadap total penjualan. Kontribusi itu memang dibawah krupuk sebesar 50 persen, tetapi diatas produk roti sebesar 8 persen.

Meskipun demikian, penambahan kapasitas produksi produk sambal itu akan memberikan peluang bagi perseroan untuk mengembangkan pasar produk sambal baik di pasar domestik maupun ekspor. "Potensinya masih cukup besar dengan bebepa varian produk sambal yang ada," tambah John.

Selain itu, penambahan kapasitas itu akan berkontribusi pada penjualan yang diperoyeksikan tembus Rp 1 triliun dan laba tumbuh 20 persen. "Dengan kondisi ekonomi yang cukup baik sekarang serta beberapa langkah strategis perseroan kami optimis dengan pertumbuhan yang kami proyeksikan,” ungkapnya.

Direktur Sekar Laut, Welly Gunawan, menambahkan, produk sambal saat ini di pasarkan baik di dalam maupun di luar negeri. Di pasar ekspor, produk sambal Sekar Laut mampu menembus Singapura, Malaysia, China, Eropa, Kanada, Australia dan Timur Tengah.

Pengembangan pasar baru terus dilakukan, diantaranya adalah Korea dan Taiwan. Sedangkan untuk pasar domestik peluang produk sambal ini juga masih terbuka lebar. Oleh karena itu penyebaran pasar terus dilakukan. "Penambahan kapasitas produksi sambal ini tentunya akan membantu kami memperluas pasar kami di Indonesia," ungkap Welly.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help