Meski Sudah Siapkan Dana Tunai, Mandiri Tetap Agresif Genjot Transaksi Non Tunai

Selain menambah suplai uang tunai hingga 15 persen di masa Lebaran 2018 ini, Bank Mandiri Regional VIII juga agresif menggenjot penggunaan non tunai.

Meski Sudah Siapkan Dana Tunai, Mandiri Tetap Agresif Genjot Transaksi Non Tunai
surabaya.tribunnews.com/sri handi lestari
Vice President RTCH Regional 8 Bank Mandiri Susatyo Anto Budiono saat membuka kegiatan Mandiri Rezeki Nomplok Plaza Surabaya, Selasa (5/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selain menambah suplai uang tunai hingga 15 persen di masa Lebaran 2018 ini,  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri Regional VIII juga agresif menggenjot penggunaan non tunai.

Sampai saat ini transaksi masyarakat yang mulai banyak beralih dari transaksi tunai menjadi non tunai masih terus didorong. 

Senior Vice President RTCH Regional 8 Bank Mandiri Susatyo Anto Budiono, mengatakan, transaksi non tunai memang mengalami peningkatan yang cukup pesat.

"Apalagi untuk transaksi pembelanjaan di swalayan dan minimarket. Kami mentargetkan peningkatan sales volume menggunakan EDC tahun ini mencapai 25 persen, atau sebesar Rp 10 triliun," kata Susatyo, disela kegiatan Mandiri Rezeki Nomplok Plaza Surabaya, Selasa (5/6/2018).

Peningkatan tersebut didukung dengan banyaknya kartu e-money yang telah tercetak sebanyak 26.000 merchant dengan nilai sebesar Rp 10 triliun. Menurut Susetyo, penggunaan kartu e-money sangat efektif digunakan di jalan tol. Namun pihaknya juga terus memperluas acceptance e-money, menyediakan sarana isi ulang, meningkatkan produksi kartu, memudahkan akses pembelian kartu untuk customer, dan terus melakukan edukasi kepada masyarakat.

"Jumlah sebaran e-money sampai saat ini secara nasional sebanyak 14 juta, dan untuk wilayah Jawa Timur sebanyak 1,5 juta," tuturnya.

Dalam rangka menyambut hari Raya Idul Fitri, Bank Mandiri juga menyelenggarakan program Mandiri Temani Hari Rayamu atau Mandiri THR. Dimana masyarakat biasanya dalam menghadapi bulan Ramadan akan membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, Mandiri juga bekerjasana dengan Plaza Surabaya menyelenggarakan program Mandiri Rezeki Nomplok Plaza Surabaya. Program tersebut mentargetkan nilai transaksi sebesar Rp 50 miliar.

"Tahun lalu terealisasi sebesar Rp 40 miliar, tahun ini kami tingkatkan. Kali ini kami bekerjasama dengan mall atau pusat perbelanjaan kelas menengah ke bawah karena dinilai lebih ramai dan lebih stabil dibandingkan dengan mall atau pusat perbelanjaan kelas premiun," ungkapnya.

Sementara untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Bank Mandiri Regional 8 mengalokasikan dana senilai Rp 5,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan dana masyarakat Jawa Timur. Jumlah dana tersebut meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 4,5 triliun.

"Dari jumlah total dana tersebut, sebesar Rp 3,7 triliun dana tersimpan di ATM dan sebesar Rp 1,6 triliun dana tersebar di 323 cabang Bank Mandiri di wilayah Jatim," tandas Susatyo.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help