Berita Kampus Surabaya

Mahasiswa Unusa Ciptakan Modul Deradikalisasi, Sasar Anak jalanan, Targetnya Tembus PIMNAS

Lima mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyusun Modul Deradikalisasi.

Mahasiswa Unusa Ciptakan Modul Deradikalisasi, Sasar Anak jalanan, Targetnya Tembus PIMNAS
surya/danendra kusumawardana
Sejumlah¬†mahasiswa UNUSA memperlihatkan modul Deradikalisasi. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Lima mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyusun Modul Deradikalisasi dan telah dinyatakan lolos oleh Kemenristekdikti.

Rencananya modul ciptaan ke-lima mahasiswa tersebut akan diikutsertakan dalam pergelaran Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digagas Kemenristekdikti.

Ke-lima mahasiswa tersebut ialah Akbar Reza, Hafizh A. Sodali, Dian Dakwatul, Diaz Syafrie Abdillah dan Athya Ulya.

Dalam program PKM mereka berlima menyepakati modul Deradikalisasi akan diterapkan serta menyasar anak-anak jalanan.

"Usianya bisa dibilang sekitar 15 tahun atau yang masih mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama," kata Diaz Syafrie Abdillah selaku ketua tim.

Diaz mengatakan, pemilihan usia 15 tahun karena usia itu rentan dipengaruhi dan mudah terbawa arus hal-hal berbau negatif.

"Di usia itu, anak-anak lebih tunduk kepada orang lain ketimbang orang tuanya. Ya, kalau yang di dekatnya itu orang baik, kalau tidak baik mereka terjerumus," terangnya.

Diaz dan kelompoknya telah memilih Kampung Anak Negeri sebagai tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat.

"Kampung anak negeri menampung banyak anak jalanan dari berbagai daerah," kata Diaz.

Mereka juga akan menerapkan Modul Deradikalisasi kepada anak jalanan yang tinggal di Kampung Anak Negeri.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help