Citizen Reporter

Jangan Bedakan Anak-anak Istimewa

Anak dengan down syndrom harus menjalani terapi dengan obat dan secara holistic, yaitu melalui terapi lingkungan. Anak-anak dikondisikan lebih mandiri

Jangan Bedakan Anak-anak Istimewa
ist

Pernahkah terpikirkan jika anak berkebutuhan khusus (ABK) juga bisa mengaji dan fashion show? Mungkinkah mereka bisa bergaya bagai model di atas panggung?

Tentu saja bisa dan itu dibuktikan oleh anak-anak down syndrom dari komunitas Malang Mom and Children Volunteer yang berlangsung di lantai 2 Sarinah Malang (27/5/2018). Rangkaian lomba Fashion Show Down Syndrome, Susun Brick Anak Spesial, dan Fotogenik Anak Spesial juga dihadiri Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Malang yaitu Harjoedi Adji Tjahjono.

ABK sering dianggap berbeda dan dipandang rendah sehingga mengakibatkan orang tua malu bersosialisasi. Padahal mereka spesial dan dapat beraktivitas normal.

“Kegiatan seperti ini tujuannya juga mendidik masyarakat agar mereka tahu, ada anak-anak istimewa yang punya hak dan kewajiban yang sama. Jangan dibedakan,” tegas Harjoedi.

Dokter anak yang bertugas di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang itu juga mengeluhkan orang tua dari ABK yang merasa minder sehingga tidak berani berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karenanya acara Ramadan Anak Spesial dapat menjadi wadah bagi ABK khususnya down syndrom untuk unjuk bakat.

“Anak dengan down syndrom harus menjalani terapi dengan obat dan secara holistic, yaitu melalui terapi lingkungan seperti sekarang ini. Anak-anak dikondisikan sehingga mereka lebih mandiri,” imbuhnya.

Tak hanya lomba-lomba yang digelar untuk ABK, ada juga talkshow bagaimana menjadi orang tua ABK yang smart oleh Suanto, tim psikolog dari Fatimah House of Children. Menurutnya, orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus harus memiliki pemikiran terbuka dan menerima kondisi anak.

Perlu juga ditanamkan kepada orang tua ABK jika anak mereka bukanlah aib. Setelah itu, barulah mencari cara yang tepat mendidik ABK agar mereka tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama komunitas Walk Together and Love People with Down Syndrome dan Malang Local Guide itu juga disponsori banyak pihak.

Sebelum acara berakhir dengan buka puasa bersama, dibagikan hadiah kepada peserta lomba. Tampak keceriaan di wajah anak-anak berkebutuhan khusus itu. Orang tua tidak pernah bisa memilih akan melahirkan anak seperti apa, tetapi mereka bisa memilih akan merawat anak-anaknya seperti apa.

Eni Rahayu
Anggota Komunitas Blogger Malang Citizen

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help