Citizen Reporter

Pakai Botol Plastik untuk Membuat Curli

Limbah botol plastik termasuk limbah yang banyak dihasilkan masyarakat. Jumlahnya yang banyak itu berbahaya bagi lingkungan hidup.

Pakai Botol Plastik untuk Membuat Curli
ist

Hari Lingkungan Hidup di Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya diperingati dengan cara menyenangkan. Bersama Harmoni Angklung Jagir, mereka dengan membuat Celengan Unik Ramah Lingkungan (Curli) di Taman Flora Bratang, Surabaya, Senin, (4/6/2018).

Anak-anak bersemangat sekali membuat Curli dari botol air mineral yang dipandu oleh Zuli, Guru Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya dan anak-anak muda dari Urban Care Community. Curli yang dibuat anak-anak unik dan menarik. Bentuknya bermacam-macam. Ada yang membuat Curli berbentuk kapal selam, pesawat, hewan, dan bentuk lain yang mereka sukai.

Curli yang dibuat dari limbah botol plastik. Itu merupakan media edukasi untuk menanamkan karakter ramah lingkungan.

Limbah botol plastik termasuk limbah yang banyak dihasilkan masyarakat. Jumlahnya yang banyak itu berbahaya bagi kelangsungan lingkungan hidup, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi hewan dan tumbuhan yang ada.

Curli ini juga sebagai media pembelajaran kreativitas untuk memanfaatkan barang yang dianggap tidak berguna menjadi barang yang memiliki nilai manfaat. Botol itu dimanfaatkan untuk membuat tabungan dan melatih hidup hemat.

Selain membuat Curli, di taman yang rindang dalam cuaca yang sejuk itu juga dimeriahkan dengan permainan angklung dari Harmoni Angklung Jagir, pembagian bingkisan, dan buka puasa bersama.

Norma Setyaningrum, Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menjelaskan, kegiatan itu diselenggarakan bersama Urban Care Community dan Harmoni Angklung Jagir agar anak-anak dapat lebih dekat dengan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dengan kegiatan bersama ini anak-anak akan lebih memiliki kesadaran untuk bersikap ramah. Tidak hanya ramah sosial, tetapi juga ramah lingkungan.

“Kegiatan itu juga sebagai pesan akan pentingnya warga untuk membatasi konsumsi yang menghasilkan sampah plastik. Warga diajak memanfaatkannya untuk media edukasi yang kreatif sehingga lingkungan terjaga dan masyarakat memiliki keterampilan memanfaatkan limbah sampah plastik,” jelas Norma.

Wachidatul Qomariyah, Koordinator Urban Care Community menuturkan, kegiatan edukasi bersama itu sangat tepat. Mereka bisa menunjukkan kreativitas melalui penampilan angklung,

“Adik-adik juga mendapat wawasan dan kreativitas baru dengan membuat piggy bank atau celengan melalui bahan sederhana. Mereka mendapatkan teman baru sekaligus menambah kepercayaan diri adik-adik Harmoni Angklung Jagir,” katanya.

Achmad Zainuri Arif
Staf Pendidik di Sekolah Karakter
SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help