Home »

Techno

» News

Berita Surabaya

Kontribusi Tergerus Brand Tiongkok, Samsung Luncurkan Seri Baru

penjualan smartphone asal Korsel, Samsung, mengalami penurunan kontribusi penjualan di pasar Surabaya.

Kontribusi Tergerus Brand Tiongkok, Samsung Luncurkan Seri Baru
surya/sugiharto
Owner Apollo Gadget Store, Irwan Harianto (kanan) bersama Regional Sales Manager East Region PT Samsung Electric Indonesia, Adi Purnomo (tengah) mencoba Samsung Galaxy A6+ yang dipamerkan di Atrium Galaxy Mall Surabaya, Selasa (5/6/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Di tengah gencarnya pemasaran brand smartphone asal Tiongkok, seperti Xiaomi, Vivo dan Oppo, penjualan smartphone asal Korsel, Samsung, mengalami penurunan kontribusi penjualan di pasar Surabaya.

Menurut Irwan Harianto, owner dari toko Apollo Group, sebelumnya Samsung memberi kontribusi penjualan hingga 50 persen.

"Namun dengan adanya brand dari Tiongkok yang tidak kalah agresif dalam memasarkan, kontribusinya turun di kisaran 40 persen-45 persen," jelas Irwan, di sela pameran penjualan Samsung di Galaxy Mal, Surabaya, Selasa (5/6/2018).

Meski kontribusinya turun, namun brand minded Samsung masih menjadi favorit. Hal itulah yang membuat Apollo mengambil upaya menggelar pameran penjualan Samsung.

Terutama mengenalkan seri Samsung yang baru, dari A6 dan A6+, serta J4 dan J6.

Pameran yang digelar mulai Senin (4/6/2018) hingga Minggu (10/6/2018), itu ditargetkan bisa membukukan transaksi hingga Rp 1,5 miliar. Atau dengan jumlah unit bisa mencapai 400 unit.

"Optimistis karena Samsung masih jadi brand favorit. Selain itu kami beri banyak kemudahan untuk memiliki samsung baru ini, seperti cicilan nol persen untuk pembelian dengan kartu kredit. Cicilan melalui lembaga pembiayaan, dan trade in atau tukar tambah dengan smartphone lama," jelas Irwan.

Sebelum pameran Samsung, Apollo lebih dulu menggelar pameran penjualan Oppo dan Vivo. Langkah ini dilakukan untuk menggairahkan pasar smartphone di tengah kondisi penjualan smartphone yang menurun dibandingkan periode yang sama di 2017 lalu.

"Apalagi pasca ledakan bom di Surabaya di bulan Mei lalu, penjualan turun. Kami berharap Juni 2018 ini kembali bergairah dan naik lagi," tambah Irwan.

Sementara itu, dari lembaga pembiayaan, Spektra, mengaku bila pembelian untuk smartphone dengan sistem kredit memiliki kontribusi yang besar.

"Di kami, sekitar 60 persen adalah pembiayaan untuk produk smartphone. Selain elektronik, furniture dan lainnya," jelas Evi Yuli Wardhani, Marketing Officer Spektra Surabaya.

Menurut Evi, saat ini trend favorit konsumen yang membeli smartphone dengan cara kredit adalah pembelian smartphone di harga kisaran mulai Rp 4 juta hingga Rp 10 juta.

"Paling banyak, atau sekitar 40 persen dari 60 persen itu dari brand Samsung. Jadi kalau ada pameran smartphone dengan penjualan, kami sangat antusias untuk membidik nasabah kredit baru untuk pembelian smartphone ini," tandas Evi.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help