Citizen Reporter

Bagi Takjil Itu ke Tetangga Dulu

Jika orang membagi takjil di jalan raya, para siswa ini tidak. Mereka memperhatikan warga yang paling dekat, yaitu tetangga di sekitar sekolah.

Bagi Takjil Itu ke Tetangga Dulu
ist

Belajar peduli kepada orang lain dimulai sejak usia muda. Menyisihkan uang setiap Jumat dilakukan siswa kelas V SDN Wates 2 Kota Mojokerto. Infak itu untuk berbagai keperluan sosial.

Salah satu yang ditunggu adalah membagi takjil. Jika biasanya orang membagi takjil di jalan raya, mereka tidak. Mereka memperhatikan warga yang paling dekat, yaitu para tetangga di sekitar sekolah.

Setelah menentukan besar uang yang akan digunakan untuk menyediakan takjil, mereka bersepakat untuk menentukan isi kotak kue dan minuman. Uang infak itu bisa digunakan untuk menyediakan 200 paket takjil.

Menjelang sore, siswa sekelas sudah sibuk di sekolah, Senin (4/6/2018). Anak-anak sibuk menata kue dalam kotak. Karena dikerjakan bersama, tak berapa lama kue-kue itu pun siap dibagi.

Mereka membuat beberapa kelompok yang terdiri atas 5-6 anak. Tiap kelompok membawa sekitar 30 paket takjil. Ada tujuh kelompok yang berpencar ke lingkungan sekolah.

Mereka berjalan bersama kelompoknya dari rumah ke rumah warga untuk memberikan takjil. Wajah-wajah polos anak-anak itu begitu ceria dan semangat meskipun harus berjalan sambil menenteng takjil yang lumayan banyak.

Ramadan adalah saat yang tepat untuk melakukan banyak hal menuju kebaikan. Itu dimulai dari hal kecil yaitu berbagai takjil menjelang berbuka.

Selain untuk takjil, uang saku yang disisihkan setiap Jumat digunakan untuk berbagi. Di luar Ramadan, uang itu untuk sebar nasi bungkus atau untuk dana ketika ada siswa yang sakit atau kesusahan. Warga pun antusias dan senang menerima.

Kegiatan berbagi itu meski sederhana membuat warga bahagia. Mereka senang menyaksikan anak-anak mewujudkan aksi sosial.

“Saya bangga melihat anak-anak sudah bisa berbagi dan ini latihan buat mereka,” kata Suriyah, salah satu warga Wates yanag menerima takjil.

Kegiatan ini merupakan salah satu penerapan pendidikan karakter. Pendidikan karakter tidak bisa hanya diajarkan di ruang kelas dengan teori. Anak-anak butuh teladan yang nyata. Maka kegiatan ini untuk mewujudkan tercapainya karakkter anak yang santun dan religius.

Dengan kegiatan ini diharapkan bisa mengasah simpati dan empati mereka terhadap sesama dan lingkungannya kelak. Mereka bisa membuat perubahan Ramadan ini

Yudha Cahyawati
Guru SDN Wates 2 Kota Mojokerto

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help