Berita Sidoarjo

Aparat di Sidoarjo Waspadai Ancaman Teror Selama Musim Mudik Lebaran

Ancaman teror menjadi salah satu perhatian serius aparat kepolisian, TNI dan pemerintah Sidoarjo selama musim Mudik Lebaran Idul Fitri mendatang.

Aparat di Sidoarjo Waspadai Ancaman Teror Selama Musim Mudik Lebaran
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Bupati, Kapolres, Dandim Sidoarjo saat mengecek kesiapan personil dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018 di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (6/6/2018) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ancaman teror menjadi salah satu perhatian serius aparat kepolisian, TNI dan pemerintah Sidoarjo selama musim Mudik Lebaran Idul Fitri mendatang.

Maklum beberapa waktu lalu, Kota Surabaya dan Sidoarjo baru saja digemparkan dengan serentetan aksi teror. Termasuk para pelakunya, terdeteksi berada di dua daerah ini.

"Ada empat hal yang menjadi target utama kami. Tentang transportasi, masalah pangan, bencana alam, dan aksi teror," ungkap Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Himawan Bayu Aji usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Semeru 2018 di Mapolresta Sidoarjo, Rabu (6/6/2018).

Total ada 664 anggota Polri dan 100 TNI yang dikerahkan selama operasi ini berlangsung. Itu belum termasuk personil dari Satpol PP, Dishub, Banser, dan berbagai personil lain.

Para personil itu akan ditempatkan di 10 pos. Terdiri dari dua pos pelayanan dan delapan pos pengamanan.

"Semua lokasi, semua titik mendapat perhatian serius. Semua prioritas," sambung Himawan.

Operasi Ketupat sendiri akan resmi dimulai Kamis (7/6/2018) dan berakhir pada 24 Juni mendatang. Empat target utama itu, semua menjadi perhatian serius aparat selama Operasi digelar.

Terkait transportasi dan arus lalu lintas, jajaran kepolisian bersama instansi terkait bakal memastikan kedua unsur tersebut tidak mengalami kendala. Misalnya dengan mengecek kondisi bus dan pengemudinya, menempatkan personel di titik rawan kemacetan dan kecelakaan, dan sebagainya.

Sedangkan terkait distribusi pangan, Kapolres menyampaikan bahwa petugas harus memastikan stok makanan tidak langka menjelang dan sesudah lebaran. "Stok pangan diupayakan bisa terus stabil,” tandasnya.

Sementara terkait potensi bencana dan ancaman teror, disampaikannya bahwa semua personil harus selalu waspada serta memantau semua lokasi rawan dan memeriksa siapa saja yang dicurigai.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help