Citizen Reporter

Yuk Main Engklek supaya Mental Sehat

Engklek dapat menjadi alat deteksi untuk menguji kesehatan mental. Saat bermain, anak akan relaks sehingga kecemasan berkurang.

Yuk Main Engklek supaya Mental Sehat
ist

Engklek merupakan permainan tradisional yang cukup populer di Indonesia. Memainkannya cukup mudah. Hanya dengan melompat menggunakan satu kaki pada setiap petak yang tersedia.

Engklek juga tidak memerlukan banyak peralatan. Cukup sebatang kapur atau bata merah untuk menggambar petak ruangan dan sekeping batu pipih atau yang disebut sebagai gaco. Tidak heran permainan ini menjadi salah satu permainan tradisional yang dulu cukup diminati.

Di balik kesederhanaannya, ternyata engklek memiliki ragam manfaat bagi perkembangan anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Iswinarti pada 2010, engklek memiliki nilai-nilai terapeutik sebagai alat deteksi untuk mengetahui anak memiliki masalah, untuk mengetahui perkembangan fisik, dan untuk menguji kesehatan mental. Saat bermain, anak akan relaks sehingga kecemasan berkurang.

Itu yang menjadi dasar bagi Winda Veranica S, Wenla Insiah A, Eka Ardis S, dan Vialina Septiyastuti P dari Universitas Negeri Malang membuat program Edukasi Kesehatan Mental untuk Anak dan Remaja di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, mulai Selsa (8/5/2018).

Program yang dilaksanakan di 4 SD dan 1 SMP itu untuk memberikan informasi pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dini. Itu mengingat, Desa Wonorejo merupakan salah satu wilayah yang jumlah orang dengan gangguan jiwa cukup tinggi, yaitu 33 orang.

Pada program itu, siswa diberi pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental sejak dan dilatih untuk mengelola emosi dengan baik. Sebenarnya, aturan engklek yang digunakan dalam program ini sama dengan engklek pada umumnya. Hanya saja pada program ini, terdapat penambahan aturan baru, seperti siswa boleh atau dapat bermain apabila berhasil menjawab pertanyaan terkait dengan materi kesehatan mental.

Siswa dan pihak sekolah antusias. Hal itu dapat tergambar dari semangat para siswa ketika pemberian materi di kelas maupun di luar kelas pada saat mengantri menunggu giliran untuk bermain meskipun matahari sedang terik. Selain itu, mereka juga berlomba untuk menjawab pertanyaan dengan benar dan memenangkan permainan.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu mengurangi adanya risiko gangguan jiwa di kemudian hari, khususnya untuk wilayah Desa Wonorejo.

Winda Veranica Saraswati
Mahasiswa Jurusan Psikologi
Universitas Negeri Malang

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help