Happy Ramadhan

Pacetoz Cafe Pacet, Kondang Gara-gara Google Map

Pacetoz Cafe Pacet jadi salah satu kafe kekinian yang didatangi saat di Pacet. Banyak yang tahu setelah buka Google Map.

Pacetoz Cafe Pacet, Kondang Gara-gara Google Map
surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Suasana di Pacetoz Cafe Pacet di petang hari. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sejumlah wisatawan mengetahui keberadaan Pacetoz Cafe Pacet dari Google Map.

Reza (20) warga asal Kalimantan yang kuliah di Mojokerto ini misalnya. Dia sempat bingung untuk mencari tempat berbuka puasa yang hits di Pacet Kabupaten Mojokerto.

Tidak kehilangan akal Reza membuka aplikasi Google Map di Smartphonenya mencari tempat Ngabuburit paling asik di area wisata Pacet

Dia pun memasukkan keyword tempat Ngabuburit di Pacet yang kemudian keluar nama Pacetoz.

"Di menu Google Map lengkap bahkan tertera kontak WhatsApp Pecetoz jadi saya mencoba menghubunginya," ujarnya.

Reza kemudian menghubungi kontak itu dan memesan tempat makan yang bisa melihat view senja. Setelah sukses reservasi dia berangkat bersama kekasihnya untuk buka puasa bersama sembari merayakan ulang tahunnya.

Ia pertama kali datang ke Pacetoz yang terletak di lantai II itu. Kesan pertama dia menilai tempat ini seakan jadi point center Pacet lantaran banyak anak muda dan wisatawan yang datang ke sini.

"Tempatnya bagus, dekorasinya Mileneal banget apalagi menunya variatif, terjangkau untuk kantong pelajar," bebernya.

Dwi Utami Indorini (22) pengelola Pacetoz Cafe mengatakan awalnya sempat tidak memperhatikan penandaan lokasi di Google Map. Seiring berjalannya waktu dia mulai aktif memposting location dan informasi mengenai tempat nongkrong mileneal di Pacetoz Cafe.

"Saya mulai membagikan foto-foto menu dan makanan hingga aktivitas cafe di Google Map untuk mempermudah wisata lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke sini. Ada juga alamat lengkap dan nomor WhatsApp Pacetoz Cafe untuk reservasi tempat makan," katanya. 

Baca: Buka Bersama Sembari Berburu Senja di Balkon Pacetoz

Tags
Pacet
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help