Investasi Rp 1 Miliar Untuk Kembangkan Epson Sales and Service Center di Surabaya

PT Epson Indonesia membuka kembali atau relaunching Epson Sales and Service Center (ESS) Surabay

Investasi Rp 1 Miliar Untuk Kembangkan Epson Sales and Service Center di Surabaya
SURYA/Sugiharto
PT Epson Indonesia, M Husni Nurdin (kanan) menunjukkan printer epson terbaru L 4150 usai pembukaan servicw center epson di Jalan Gubeng Surabaya, Senin (5/6/2018). 

SURYA.co.id | Surabaya - PT Epson Indonesia membuka kembali atau relaunching Epson Sales and Service Center (ESS) Surabaya dengan lebih mewadahi kebutuhan konsumen. Tak tanggung-tanggung, untuk mengembangkan ESS Surabaya yang baru ini, mereka melakukan investasi senilai Rp 1 miliar.

"Investasi itu masih berupa renovasi gedung diluar sewa. Langkah ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan layanan kepada konsumen mulai dari penjualan produk, service hingga layanan training center untuk produk maupun teknologi baru yang ada di Epson," ungkap M Husni Nurdin, Senior General Manager PT

Epson Indonesia, disela reopening RSS Surabaya dari Jalan Jawa ke Jalan Raya Gubeng, Senin (4/6/2018).

Pasar produk Epson Indonesia di Surabaya cukup besar. Terutama printer atau mesin cetak yang mencapai 65 persen dibanding produk Epson lainnya seperti proyektor, dan lainnya. Karena itulah, pelayanan saat pembelian hingga purna jual di wilayah Surabaya cukup besar.

"Apalagi saat ini produk printer Epson sudah banyak dimanfaatkan untuk kegiatan terkait industri kecil dan kreatif. Sehingga pelayanan cepat sangat diperlukan, salah satunya service," lanjut Husni.

Untuk pasar segmen bisnis, Epson mentargetkan service bisa kurang dari tiga hari untuk penyelesaian perbaikan. Kemudian melakukan kesinambungan meningkatkan konsumen dan pelanggan terhadap produk, teknologi dan layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, bahkan melebihi ekspektasinya.

Nolly Dhanurendra, Manager Marcom & PR Epson Indonesia menambahkan, meski saat ini trend paperless gencar dilakukan, namun kebutuhan printer masih mengalami peningkatan.

"Secara global masih tumbuh 3 hingga 5 persen. Sementara di Indonesia bisa 5 hingga 8 persen," kata Nolly.

Sementara itu, terkait dengan penggunaan printer Epson untuk industri, diakui Nolly tidak ada catatan khusus. Karena memang konsumen yang membeli printer tidak menyebutkan akan dimanfaatkan untuk apa printer tersebut.

"Namun dari informasi yang kami dapat, sebagian besar dari 60 persen printer kami yang dipakai konsumen adalah terkait usaha. Bahkan bisa 50 persen lebih yang dimanfaatkan untuk usaha, seperti undangan, kertas souvernir, kertas dekorasi, dan sejenisnya," ungkap Nolly.

Selain printer inkjet dan sistim cetak digital, hingga proyektor 3 LCD, jam tangan, sistim perasa, dan industri robot, saat ini Epson juga fokus untuk menggerakkan inovasi dan melampaui harapan pelanggan untuk inkjet, komunikasi visual, wearable, dan robotik.

(rie/Sri Handi Lestari)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help