Berita Sidoarjo

Banyak Tempat Hiburan Malam Beroperasi Saat Ramadhan, ini yang Dilakukan GP Ansor Sidoarjo

GP Ansor melakukan pemantauan dan mendapati masih banyak tempat hiburan malam beroperasi saat Ramadhan. Maka, ini yang mereka lakukan.

Banyak Tempat Hiburan Malam Beroperasi Saat Ramadhan, ini yang Dilakukan GP Ansor Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Sejumlah anggota GP Ansor Sidoarjo berdialog dengan Kasatpol PP Sidoarjo, Selasa (5/6/2018) 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Tempat hiburan malam di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo ternyata tetap beroperasi selama bulan Ramadan ini. Karaoke, biliar, cafe berjualan miras, dan sebagainya tetap aktif meski sudah ada larangan dari pemerintah.

Fakta-fakta mengejutkan itu dibeber oleh para pengurus GP Ansor Sidoarjo saat menemui Kasatpol PP Sidoarjo, Selasa (5/6/2018).

Selain membeber lokasi-lokasi tempat hiburan yang bandel, para pengurus Ansor juga membeber foto-foto dan beberapa bukti terkait banyaknya tempat hiburan yang masih beroperasi.

"Ini sangat disayangkan. Aturan dilanggar di berbagai wilayah. Makanya kami menemui Satpol PP, supaya segera ada tindakan terhadap pelanggaran-pelanggaran itu," ungkap Riza Ali Faizin, Ketua GP Ansor Sidoarjo.

Menurutnya, fakta terkait beroperasinya sejumlah tempat hiburan itu merupakan hasil pengamatan dan pantauan di sejumlah wilayah di Kota Delta yang dilakukan para anggota Ansor selama Bulan Ramadan ini.

"Tempat hiburan itu ada di Sedati, Waru, Tanggulangin, Krian, kawasan Kota, dan beberapa daerah lain. Bahkan selain minuman keras juga ada yang juga menyediakan purel," urai Riza.

Di kawasan Waru, anggota Ansor menemukan sebuah tempat hiburan di dekat pusat perbelanjaan yang tetap beroperasi selama Ramadan. Tempat itu buka sejak sore hingga menjelang pagi.

Kemudian di Tanggulangin, juga ditemukan sejumlah kafe tetap buka saat puasa. Tempat-tempat itu ditengarai juga menjual minuman keras.

Sedangkan di kawasan Kota Sidoarjo, Ansor menemukan ada beberapa penjual miras di sekitaran GOR. "Ada ceweknya juga di kawasan itu," sebutnya.

Kendati menemukan berbagai pelanggaran tersebut, Ansor tidak mengambil langkah penertiban. Alasannya, penegakan Perda sudah ada aparat yang berwenang.

"Kami hanya Ormas, tidak punya hak untuk melakukan penertiban. Jangan sampai tujuan baik malah dicap anarkis karena bertindak di luar batas," kata Riza.

"Karena itu, bukti-bukti yang kami miliki kami serahkan ke Satpol PP. Agar segera diterbitkan. Nah, jika Satpol PP kekurangan personil atau bagaimana, jika kami dilibatkan, baru kami ikut turun tangan," sambungnya.

Menanggapi itu, Kasatpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki menyatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti temuan ini dengan melakukan penertiban di tempat-tempat yang ditengarai melanggar aturan itu.

"Tempat hiburan semua harus tutup selama Ramadan. Dan juga tidak boleh ada penjualan miras. Terkait temuan-temuan itu, kami bakal segera mengambil langkah penertiban," janjinya.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help