Berita Pasuruan

Kemudikan Alat Berat, Kapolres Pasuruan Jadi Algojo Pemusnahan Miras

Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono menjadi algojo pemusnahan lebih dari 5.000 botol berisi minuman keras berbagai jenis dan merek

Kemudikan Alat Berat, Kapolres Pasuruan Jadi Algojo Pemusnahan Miras
surabaya.tribunnews.com/galih lintartika
Kapolres Pasuruan mengemudikan buldoser untuk menghancurkan ribuan botol miras yang disita selama pelaksanaan operasi Pekat Semeru. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono menjadi algojo pemusnahan lebih dari 5.000 botol berisi minuman keras (miras) berbagai jenis dan merek di halaman Mapolres Pasuruan, Senin (4/6/2018) sore menjelang berbuka puasa.

Kapolres langsung mengendalikan buldozer atau alat berat yang menjadi alat pemusnahan miras tersebut. Tanpa keraguan, Raydian, sapaan akrab Kapolres langsung mengemudikan kendaraan ini. Layaknya seorang yang ahli, Kapolres menggilas barang-baran tersebut. 

Aneka minuman keras itu merupakan hasil sitaan selama operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) Semeru yang sudah berlangsung selama 12 hari yang lalu dan sudah dilakukan Polres Pasuruan mulai 21 Mei - 1 Juni 2018.

Dalam Ops Pekat di tingkat jajaran Polda Jatim ini, Polres Pasuruan baru saja meraih prestasi yang sangat membanggakan. Korps Bhayangkara Polres Pasuruan ini berhasil menduduki peringkat dua di jajaran Polres se-Polda Jatim. Hasil ini menambah panjang prestasi Polres Pasuruan.

Dalam Ops Pekat kemarin, Polres Pasuruan berhasil mengungkap 2.928 kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Pasuruan dengan rincian tersangka 2.938 orang.

Dari jumlah itu, 68 kasus dinaikkan ke tingkat penyidikan, sedangkan sisanya sekitar 2.860 dilakukan pembinaan.

Kapolres Pasuruan mengatakan jumlah ribuan yang dibina ini adalah kasus premanisme, anak jalanan (anjal), dan pengamen. Mereka tidak ditindak , karena memang tidak terlibat kasus kriminalitas.

Namun, kata Raydian, semuanya ditindak dengan cara dibina. Mereka diberi pendampingan dan pemahaman. Bahkan, nurani mereka disentuh dan diubah pola pikirnya.

"Harapan kami, mereka bisa berubah. Yang awalnya jadi preman, begitu dapat pembinaan dari kami mereka tobat dan tidak lagi jadi tukang palak seenaknya atau bentuk preman lainnya," katanya.

Sedangkan kasus yang naik sampai penyidikan, tambah Raydian, adalah kasus - kasus yang menonjol, mulai curas, curat, hingga curanwan. Ia mengaku, untuk kasus seperti ini, pihaknya sangat memberikan atensi secara khusus.

"Kami akan berantas semua tindak kriminalitas apalagi yang kasusnya sangat menonjol dan meresahkan. Meski Ops Pekat sudah usai bukan berarti kami akan mengendurkan pengawasan. Kami akan tingkatkan penjagaan keamanan untum tetap menjaga situasi kamtibmas Pasuruan tetap aman dan kondusif," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help