Berita Banyuwangi

Jelang Lebaran, Pedagang Daging di Banyuwangi Bisa Habiskan hingga Delapan Ekor Sapi

Hasil dari pemeriksaan, daging yang diperiksa di pasar ‎ini segar. Namun ‎dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan daging sapi betina. ‎

Jelang Lebaran, Pedagang Daging di Banyuwangi Bisa Habiskan hingga Delapan Ekor Sapi
surya/haorrahman
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi, Arief Setiawan, melakukan pemeriksaan terhadap daging sapi di Pasar Blambangan. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Menjelang Lebaran kebutuhan daging kian meningkat. Dari yang sehari pedagang hanya menghabiskan satu atau dua ekor sapi, kini bisa mencapai tujuh hingga delapan ekor sapi.

Pedagang di sentra daging Pasar Blambangan Banyuwangi, Agus Santoso, mengatakan‎ saat ini permintaan akan daging masih normal.

"Tapi kurang tujuh hari lebaran, permintaan meningkat drastis‎. Satu hari bisa menghabiskan tujuh sampai delapan ekor sapi," kata Agus, Senin (4/6/2018).

Saat ini harga satu kilogram daging sapi berada di angka Rp 110.000. Tujuh hari menjelang lebaran, bisa mencapai Rp 120.000.

"Ini karena banyak konsumen yang membeli dalam jumlah banyak untuk stok," kata Agus.

Di Banyuwangi stok daging hingga lebaran dipastikan aman. Bahkan, menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Arief Setiawan, Banyuwangi mengirim daging ke daerah-daerah tetangga.

"Untuk stok kami pastikan di Banyuwangi aman. Bahkan kami mengirim daging ke daerah lainnya," kata Arief.

Arief mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan kelayakan dan kesehatan daging. Pemeriksaan menggunakan alat PH meter, yang berfungi mengukur PH daging.

"Dengan alat ini bisa diketahui apakah daging lama atau baru, juga diketahui gelonggongan atau tidak. Ini untuk memberikan rasa aman pada konsumen," kata Arief.

Hasil dari pemeriksaan, menurut Arief, daging yang diperiksa di pasar ‎ini segar. Namun ‎dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan daging sapi betina.

"Dari pemeriksaan tadi juga ditemukan daging sapi betina. Padahal berdasarkan undang-undang, tidak sapi betina tidak boleh dipotong kecuali dengan beberapa ketentuan," kata Arief.

Sapi betina hanya boleh dipotong ketika berusia 5 tahun ke atas, atau sudah tidak produktif lagi. Setelah dilakukan ‎pemeriksaan, sapi betina tersebut sudah tua.

"Setelah diperiksa dari tanduk dan gigi, sapinya ternyata sudah tua, jadi tidak masalah dipotong," kata mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi tersebut.

Penulis: Haorrahman
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help