Berita Sidoarjo

Densus 88 Geledah Sebuah Rumah di Sukodono Sidoarjo

Tim Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah di Desa Ketapang, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Senin (4/5/2018).

Densus 88 Geledah Sebuah Rumah di Sukodono Sidoarjo
surabaya.tribunnews.com/m taufik
Rumah di Sukodono, Sidoarjo yang digeledah Densus 88 Antiteror 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Tim Densus 88 Antiterorr menggeledah sebuah rumah di Desa Ketapang, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, Senin (4/5/2018).

Penggeledahan itu dilakukan setelah petugas menangkap seorang terduga teroris berinisial Uj di daerah lain. Rumah yang digeledah itu merupakan tempat tinggal istri dari terduga teroris tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, terduga teroris yang ditangkap itu terkait dengan jaringan pelaku pengeboman di Surabaya dan Sidoarjo. Setelah ditangkap dan diperiksa, kemudian dilakukan pengembangan dengan membawa terduga ke tempat tinggal istrinya di Sukodono tersebut.

"Iya, banyak petugas yang kemarin datang ke rumah itu. Tapi detailnya kami kurang tahu," ujar seorang warga yang tinggal tidak jauh dari rumah tersebut, Senin sore.

Dari penggeledahan yang dilakukan, petugas juga membawa sejumlah barang bukti dari rumah tersebut. Tapi siapa saja yang diamankan, sejuah ini belum ada keterangan resmi dari petugas.

Beberapa warga menyebut, yang biasa tinggal di rumah ini adalah istri Uj yang berinisial Yn. Warga juga mengaku tidak kenal dekat dengan keluarga tersebut karena mereka cenderung tertutup dengan warga sekitar.

"Jarang sekali berkumpul dengan warga sekitar. Ketika ada kegiatan-kegiatan di kampung juga jarang muncul, jadi kami kurang paham tentang keluarga itu," kata seorang tetangga yang tinggal tak jauh dari rumah itu.

Warga hanya tahu bahwa si pria rambutnya agak panjang dengan jenggot tebal, sementara wanitanya biasa memakai cadar.

Warga menyebut kerap melihat Uj keluar rumah dengan membawa tas ransel. Sampai satu atau dua hari, biasanya baru datang lagi ke rumah ini.

Namun, warga juga tidak tahu ke mana pria itu pergi dan apa aktivitasnya. "Ketika datang juga langsung masuk rumah dan tertutup rapat," lanjutnya.

Warga lain menceritakan bahwa di rumah yang digeledah oleh petugas densus tersebut kerap dijadikan tempat kumpul-kumpul oleh penghuninya. Tapi pertemuan itu seperti apa juga warga tidak tahu karena yang datang dari daerah lain.

"Biasanya banyak mobil dan sepeda motor parkir di depan. Sebulan atau dua bulan sekali. Tapi di dalam ada acara apa, kami juga tidak tahu," ungkap warga yang tinggal di seberang rumah.

Setelah petugas menggeledah rumah itu, suasana kembali normal. Hanya warga banyak berkerumun untuk membicarakan tentang kedatangan para petugas itu. Sayangnya, mereka juga tidak tahu detail perkaranya, serta bagaimana orang yang diduga diamankan densus 88 tersebut.

Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help