Pilkada 2018

Pengusaha Sukses Blitar Nilai Emil Pemimpin Muda yang Visioner

Satu persatu gagasan kerja bersama yang dicetus bupati Trenggalek non aktif Emil Elestianto Dardak menjadi kenyataan

Pengusaha Sukses Blitar Nilai Emil Pemimpin Muda yang Visioner
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Emil Elestianto hadir di tengah ribuan jamaah pengajian rutin di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Sabtu (2/6/2018). 

SURYA.co.id | BLITAR - Satu persatu gagasan kerja bersama yang dicetus bupati Trenggalek non aktif Emil Elestianto Dardak menjadi kenyataan. Gagasan membuka jalur tol laut berupa Pelayaran Perintis Nusantara sudah diresmikan pemerintah pada 9 Mei 2018 lalu.

Bukan itu saja, program yang dirintis Emil dan didukung tujuh kepala daerah selatan Jawa mulai Jabar, Yogjakarta, Jawa Tengah dan Jatim ini sudah dilounching dengan melansir pelayaran perdana.

Ini ditandai dengan melepas kapal yang mengangkut ribuan sak semen dari pelabuhan Cilacap menuju Banyuwangi dan Bali. Kabar yang mengembirakan ini diceritakan Emil Dardak saat memberi sambutan pada ribuan jamaah pengajian rutin di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, Sabtu (2/6/2018) pagi.

“Jalur pelayaran di Selatan Jawa ini bukan lagi mimpi, karena pada 9 Mei 2018 lalu pelayanan perintis di Selatan Jawa telah diresmikan Pemerintah dan saya ikut menyaksikan peresmian jalur pelayaran perintis ini,” ujar cawagub Jatim nomor urut 1 tersebut.

Menurut pria yang kini wakil ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) ini bahwa ini merupakan bukti bahwa kerja bersama membangun kawasan itu lebih akseleratif.

“Bukan saatnya lagi kita mengandalkan ego daerah dengan bergerak sendiri-sendiri, ini saatnya kerja bersama,” tegas Emil, sosok pencetus dan motor pelayaran perintis tersebut.

Tak sampai di situ, satu program bersama lainnya yang ia cetuskan dengan delapan daerah barat daya Jatim kini dalam proses penyelesaian. Apa itu? Jalur penerbangan sipil yang direalisasikan dengan membuka Bandara di Kediri. Yang menarik awalnya Trenggalek yang mendapat jatah bandara ini. Namun, karena Emil begitu menggugu konsep pembangunan kawasan dengan visi maju bersama, ia dengan senang hati bersedia memindahkan lokasi bandara itu ke Kediri dan terlibat aktif hingga bandara ini terealisasi.

Sementara itu, owner Kampung Coklat Cholid Mustofa mengaku angkat topi dengan narasi dan gagasan cerdas yang disampaikan Emil Dardak terkait pembangunan Jawa Timur ke depan.

"Sangat luar biasa, terus terang saya baru saja kenal dengan Mas Emil, tenyata memang benar seperti cerita orang bawasanya beliau ini pandai, beliau ini sopan, santunnya begitu sangat luar biasa. Mas Emil masih muda dan cerdas, pidatonya lugas, beliau ini menggambarkan sosok yang visioner. Saya menganggap sosok seperti Mas Emil sangat dibutuhkan di era sekarang ini," pungkas pengusaha sukses ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help