Berita Surabaya

Fashion Show Ramadan Runway 2018 Tunjungan Plaza, Mulai dari Bintang Kejora hingga Bruce Lee

Embran pun berusaha menafsirkan kontemplasi para mualaf ini lewat gaya berbusana yang kekinian, sporty, namun tetap syari.

Fashion Show Ramadan Runway 2018 Tunjungan Plaza, Mulai dari Bintang Kejora hingga Bruce Lee
surya/delya octovie
Beberapa karya desainer yang akan ditampilkan di panggung 'Ramadan Runway', 2-3 Juni 2018 di atrium Tunjungan Plaza 6, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak sembilan desainer siap memamerkan busana muslim rancangannya di panggung Ramadan Runway 2-3 Juni 2018. 2018 di Atrium Tunjungan Plaza 6, Surabaya.

Mulai dari Lia Afif, Dwi Adi Kusuma, Yeny Ries, Lilik Suhariyati, Gita Orlin, Lita Berlianti, Ulfa Mumtaza, Yuyuk Nurmaisyah hingga Embran Nawawi, masing-masing menyiapkan delapan hingga sepuluh koleksi tren baju muslim tahun ini.

Tema yang digunakan beragam, seperti Lita Berlianti yang terinspirasi bintang kejora, atau Embran Nawawi, pendatang baru di dunia fashion muslim perempuan, yang terpengaruh backgroundnya sebagai desainer fashion muslim pria.

"Kejora adalah sebuah nama bintang yang dibilang lebih terang dari bintang lainnya, namun ternyata bintang yang sangat indah ini bukanlah sebuah bintang, tapi planet Venus," kata Lita Berlianti dalam press conference Ramadan Runway 2018, Jumat (1/6/2018).

Lita memberikan sentuhan desain yang terilhami dari warna Venus biru dan perak, serta mitologinya sebagai Dewi Cinta dan Kecantikan yakni Aphrodite.

Ia menggunakan kain batik tulis warna alam dari Ponorogo yang didominasi warna biru gelap untuk menggambarkan pekatnya gelap malam, yang kemudian dikombinasikan dengan aksen kain perak.

"Selain batik berbahan katun, saya memilih kain sifon, satin silk dan tulle sebagai kombinasinya untuk kesan glamor dan anggun. Sedangkan detail finishingnya, saya menambahkan payet dan mutiara swarovski," terangnya.

Sedangkan desainer Embran yang sebelumnya fokus pada baju muslim pria saja, kali ini menantang dirinya untuk merilis koleksi baju muslim perempuan bergaya street style berjudul Mualaf.

"Mualaf adalah konsep dasar yang saya angkat untuk fenomena yang dihadapi oleh sang mualaf. Misal cara berbusana, biasanya mualaf masih ragu dan bingung bagaimana seharusnya mereka berpenampilan dalam mewakili iman barunya," jelas Embran.

Embran pun berusaha menafsirkan kontemplasi para mualaf ini lewat gaya berbusana yang kekinian, sporty, namun tetap syari.

Halaman
12
Penulis: Delya Octovie
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved