Berita Gresik

Polres Gresik Telusuri Perusahaan Pembuang Limbah Minyak Goreng, BLH Curigai Pabrik di Manyar 

Polres Gresik akan menelusuri temuan produksi minyak goreng bekas di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti.

Polres Gresik Telusuri Perusahaan Pembuang Limbah Minyak Goreng, BLH Curigai Pabrik di Manyar 
surya/sugiyono
LIMBAH MINYAK - Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (bertopi)  melihat lokasi penyulingan minyak dan pembuangan limbah tanpa izin, Kamis (1/5/2018). 

SURYA.co.id | GRESIK - Polres Gresik akan menelusuri temuan produksi minyak goreng bekas di Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti yang diduga tanpa izin. Semua pihak yang terkait akan diminta keterangan terkait kasus tersebut.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, dari temuan pengolahan minyak goreng bekas itu diduga belum mempunyai izin. Sehingga akan dicari dari mana banyaknya minyak goreng bekas itu didapat oleh F (27), warga Sidotopo Wetan, Surabaya.

"Penyidik masih mendalami temuan itu. Semua yang terlibat akan dimintai keterangan," kata Wahyu yang mantan Kapolres Bojonegoro, Jumat (1/6/2018).

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan, dari produksi limbah minyak goreng bekas itu dapat mencemari lingkungan.

"Jika itu terbukti, pemilik limbah itu melanggar Pasal 104 dan atau Pasal 109 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dengan ancaman penjara 3 tahun dan denda Rp 3 miliar," imbuhnya.

Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik Hermanto Sianturi mengatakan, minyak goreng bekas merupakan limbah, tapi bukan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Namun, pengelolaan limbah itu menjadi tanggung jawab pabrik yang memakai minyak tersebut.

"Pengelolaan minyak bekas itu tanggung jawab perusahaan yang memakai minyak itu. Perusahaan harus bertanggung jawab sampai dimana dan dimana limbah itu digunakan. Jadi tidak seenaknya memberikan limbah minyak itu kepada orang lain yang tidak mempunyai keahlian dibidang itu," kata Hermanto.

BLH akan mendatangi perusahaan yang memberikan minyak ke orang lain.

"Kita akan datangi perusahaan yang ada di wilayah Manyar, yang diduga memberikan minyak bekas itu ke orang. Nanti, jika terbukti melanggar maka akan diberikan sanksi teguran," katanya. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help