Berita Tulungagung

Nasib 2 Korban Miras Oplosan di Ngunut Tulungagung, Bernafas Pakai Alat Bantu

Dua dari tiga korban miras oplosan di Tulungagung dalam kondisi kritis dan tidak dapat bernafas normal. Karena itu, harus pakai alat bantu.

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Dokter jaga di Red Zone (zona kritis) IGD RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Corona Rintawan mengatakan, tiga korban miras oplosan dalam kondisi memprihatinkan.

Dua di antaranya, Sandi Purnomo (34) dan Agung Triwantoro (34), dalam kondisi kritis.

Keduanya sudah tidak bernafas, sehingga harus dibantu dengan ventilator (alat bantu nafas).

“Kondisinya memang sangat buruk, mereka datang dalam kondisi koma,” ujar dr Corona.

Menurutnya, kondisi koma itu menandakan jika metanol yang mereka konsumsi sudah menyerang otak. Akibatnya mereka kehilangan kesadaran.

Sementara Abas Prasetyo (52) masih dalam tahap observasi.

“Pada pasien keracunan metanol seperti ini, jika nafas sudah sesak harus dilakukan cuci darah,” tambah Corona.

Cuci darah juga untuk menghilangkan metanol yang yang masuk ke dalam tubuh para korban.

Dari hasil cuci darah akan dilakukan observasi lanjutan. Biasanya setelah cuci darah langsung ada respon dari pasien.

Namun ada juga yang cuci darah hingga tiga kali, tidak pernah ada respon.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help