Advertorial

Kirab Gunungan dan Festival Lampion di Kota Blitar untuk Peringati Hari Lahir Pancasila

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengusik Pancasila sebagai dasar negara. NKRI harga mati," kata Santoso.

Kirab Gunungan dan Festival Lampion di Kota Blitar untuk Peringati Hari Lahir Pancasila
surya/samsul hadi
Peserta kirab berjalan keluar Alun-alun Kota Blitar sambil memanggul gunungan tumpeng dari hasil bumi dibawa menuju ke kawasan Makam Bung Karno, Kamis (31/5/2018) malam. Kirab itu merupakan rangkaian acara Grebeg Pancasila untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar. 

Ribuan warga terlihat berdiri berjajar di sepanjang jalan yang dilewati peserta kirab.

Wakil Wali Kota Blitar, Santoso, mengatakan kirab gunungan dan festival lentera merupakan rangkaian acara Grebeg Pancasila untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Acara itu rutin dilaksanakan tiap tahun di Kota Blitar. Rangkaian Grebeg Pancasila diawali dengan acara kirab Bedhol Pusaka pada sore harinya.

Kirab Bedhol Pusaka ini mengarak benda pusaka berupa bendera merah putih, teks Pancasila, dan teks pidato pertama Bung Karno.

Kirab dimulai dari rumah dinas wali kota di Jl Sudanco Supriyadi menuju ke kantor wali kota di Jl Merdeka. Setelah kirab Bedhol Pusaka dilanjutkan acara tirakatan.

Malam harinya, dilaksanakan upacara Grebeg Pancasila di Alun-alun Kota Blitar. Upacara diikuti masyarakat, pelajar, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD).

Santoso didapuk sebagai inspektur upacara. Selesai upacara, peserta mengikuti kirab gunungan tumpeng dan festival lampion. Selanjutnya diadakan kenduri Pancasila di kawasan Makam Bung Karno.

"Acara ini untuk mensyukuri apa yang telah dilakukan seniman dan masyarakat Kota Blitar. Kami berjuang sejak 1998 mendorong pemerintah agar menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila. Cita-cita itu baru terwujud pada 2016. Presiden Jokowi Widodo menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila dan hari libur nasional," kata Santoso.

Dikatakannya, Grebeg Pancasila tahun ini mengambil tema 'Kita Pancasila, Bersatu, Berbagi, dan Bekerjasama'. Dengan tema itu, dia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

Masyarakat juga harus mengamalkan sila-sila Pancasila dan menjaga Kebhinekaan.

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengusik Pancasila sebagai dasar negara. NKRI harga mati," kata Santoso.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help