Advertorial

Kirab Gunungan dan Festival Lampion di Kota Blitar untuk Peringati Hari Lahir Pancasila

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengusik Pancasila sebagai dasar negara. NKRI harga mati," kata Santoso.

Kirab Gunungan dan Festival Lampion di Kota Blitar untuk Peringati Hari Lahir Pancasila
surya/samsul hadi
Peserta kirab berjalan keluar Alun-alun Kota Blitar sambil memanggul gunungan tumpeng dari hasil bumi dibawa menuju ke kawasan Makam Bung Karno, Kamis (31/5/2018) malam. Kirab itu merupakan rangkaian acara Grebeg Pancasila untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di Kota Blitar. 

SURYA.co.id | BLITAR - Kirab gunungan tumpeng hasil bumi dan festival lampion dalam acara Grebeg Pancasila di Kota Blitar berlangsung meriah, Kamis (31/5) malam.

Ribuan warga tumplek blek menyaksikan kegiatan yang rutin dilaksanakan Pemkot Blitar tiap tahun untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Kirab gunungan tumpeng dan festival lampion dimulai dari Alun-alun Kota Blitar sisi utara atau Jl Semeru dan finish di kawasan Makam Bung Karno.

Dari Jl Semeru peserta kirab jalan lurus ke timur lalu belok kiri menuju Jl Dr Wahidin, Jl RA Kartini, Jl Ir Soekarno, dan finish di Jl Kalasan atau di kompleks wisata Makam Bung Karno.

Kirab diikuti perwakilan pelajar, kelurahan, kecamatan, dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Blitar.

Jumlah peserta kirab gunungan tumpek sekitar 33 kelompok, sedangkan jumlah peserta festival lampion sebanyak 57 kelompok.

Para peserta kirab berjalan kaki sambil menanandu gunungan tumpeng dari hasil bumi. Ada lima gunungan tumpeng utama ukuran besar yang dibawa peserta.

Lima gunungan tumpeng utama ini berada di barisan paling depan. Di belakangnya, disusul gunungan tumpeng ukuran lebih kecil.

Selain gunungan tumpeng, sebagian peserta lainnya membawa lampion. Bentuk lampionnya bermacam-macam sesuai dengan kerajinan khas Kota Blitar.

Ada yang dimodel mirip kendang jimbe dan ada juga yang dibentuk mirip Ikan koi. Ada juga peserta yang menampilkan kendaraan hias.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help