Berita Pasuruan

Hidup Tak Jelas, Pelaku Curi Hewan Pasuruan Ini Ternyata Juga DPO Kasus Curas

Dari catatan kepolisian, namanya masuk dalam daftar pencarian orang untuk kasus curas.

Hidup Tak Jelas, Pelaku Curi Hewan Pasuruan Ini Ternyata Juga DPO Kasus Curas
surya/galih lintartika
Pelaku pencurian hewan, Endi Istiawan (25) warga Dusun Sumberrejo, Desa Nggalih, Kabupaten Pasuruan. 

SURYA.co.id | PASURUAN - Satu orang yang diduga kuat merupakan spesialis pelaku pencurian hewan (curanwan) diringkus Satreskrim Polres Pasuruan, Jumat (1/6/2018) dinihari.

Dia adalah Endi Istiawan (25) warga Dusun Sumberrejo, Desa Nggalih, Kabupaten Pasuruan. Yang bersangkutan ini sudah lama menjadi perburuan kepolisian Pasuruan, kurang lebih tiga tahunan ini.

Tersangka diamankan di rumahnya. Saat diamankan, tersangka sedang menonton televisi. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti uang Rp 500.000.

"Penangkapan tersangka ini merupakan hasil pengembangan penangkapa Ponai, rekan Endi saat melakukan pencurian hewan tahun 2015 di Puspo. Mereka berhasil membawa lari dua sapi, satu betina dan satu jantan," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso.

Budi menjelaskan, dari pemeriksaan, selama tiga tahun ini, tersangka ini melarikan diri dan bekerja di luar kota. Hidupnya tak jelas, dan selalu berpindah-pindah.

Kata Kasat, tersangka ini tidak sampai tinggal di suatu daerah lebih dari enam bulan.

"Modusnya ini, mereka masuk ke dalam kandang dengan merusak pintu gemboknya. Setelah itu, mereka bawa sapinya menjauh dari kandang. Mereka menjagal sapi itu langsung, jadi dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan baru dimasukkan ke mobil. Setelah itu, mereka jual di pasar dan hasilnya dibagi menjadi dua," urainya.

Dari hasil pengembangan, lanjut Budi, tersangka ini juga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas). Dari catatan kepolisian, namanya masuk dalam daftar pencarian orang untuk kasus curas.

"Awal April kemarin , dia terlibat kasus curas dan berhasil membawa sepeda motor korbannya. Dia melakukan aksi itu bersama temannya di Dusun Wonokoyo, Desa Sedang, Kecamatan Tosari," tambahnya.

Saat itu, kata dia, tersangka ini mengancam korbannya menggunakan pedang. Ceritanya, korban ini sedang mengemudi di kawasan sana. Selanjutnya, tersangka dan temannya ini langsung menghentikan mobil korban.

"Korban dipaksa turun dan diancam akan dibunuh menggunakan pedang jika tidak menyerahkan mobilnya. Karena korban ketakutan, akhirnya dia menyerahkan mobil itu ke tersangka dan temannya," paparnya.

Selain itu, lanjut Budi, tersangka ini juga menjadi otak pencurian dengan kekerasan sebuah mobil pikap di Tosari. Dia menjadi pengarah bagi temannya dalam melakukan aksi pencurian ini.

"Dia dapatkan Rp 1,5 juta. Kami akan kembangkan kasus ini. Yang jelas, dia akan akan dijerat dengan pasal berlapis," pungkas dia.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help