Ramadan 1439 H

Komunitas PTLS Ajak Anak Yatim Piatu Self Healing, Biar Nggak Sedih karena Bom

Komunitas Power True Love Surabaya (PTLS) menggelar aksi sosial di bulan Ramadan.

Komunitas PTLS Ajak Anak Yatim Piatu Self Healing, Biar Nggak Sedih karena Bom
surya/ahmad zaimul haq
Krishnamurti mengajak anak-anak yatim piatu dan duafa bermain bersama saat sesi self healing. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Komunitas Power True Love Surabaya (PTLS) menggelar aksi sosial di bulan Ramadan.

Mereka mengajak 250 anak yatim piatu dan warga duafa untuk buka bersama di Hotel Dafam Pacific Caesar, Jalan Dr. Ir. Soekarno 45C, Surabaya.

Sebelum buka bersama, anak-anak ini pun bersenang-senang bersama Mindset Motivator, Krishnamurti, sekaligus self healing pascateror bom di Surabaya.

Ppengurus PTLS  Immanuel Ferry mengungkapkan self healing ini dilakukan karena komunita PLTS menyadari, dampak bom sebenarnya tidak hanya dirasakan korban, tapi masyarakat Surabaya.

"Ketakutan, pesimisme terhadap keamanan kota pasti dirasakan masyarakat. Jadi kami di sini berusaha mengajak anak-anak ini menyadari kebersamaan kita, meski berbeda etnis, budaya, dan latarbelakang. Begitu pun juga kami di komunitas PTLS, meski kami berbeda tapi kami punya tujuan menyebarkan cinta kasih," kata pria ini.

Krishnamurti menambahkan dalam self helaing, dia berulangkali memberikan pemahaman kepada anak-anak untuk saling menghargai.

"Perbedaan dimaknai sebagai kekayaan, maka kita harus bersyukur dengan kekayaan etnis dan ragam budaya di Indonesia," tambahnya.

Kegiatan PTLS Surabaya lanjut Ferry sebenarnya sudah berlangsung sejak pertama bulan Puasa Ramadan. Rencananya kegiatan sosial, seperti buka bersama anak yatim piatu, dan duafa akan berlangsung sampai H-2 Idul Fitri.

Setelah self healing, anak-anak diajak buka bersama, mereka mendapatkan uang santunan dan bingkisan lebaran.

"Semua pendanaan kami kumpulkan dari saudara kami yang terdiri dari profesional, pengusaha, enterpreneur, yang jumlahnya ratusan di Jatim dan di luar Jatim," tambah Ferry. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help