Lapor Cak

5 Jam Antre di Emperan Kecamatan Gubeng, Warga Tunggu Layanan Akta Kelahiran Gratis  

Di mobil keliling ini seperti Samsat keliling atau SIM keliling. Warga cukup menyerahkan persyaratan, akta kelahiran langsung dicetak

5 Jam Antre di Emperan Kecamatan Gubeng, Warga Tunggu Layanan Akta Kelahiran Gratis  
surya/nuraini faiq
Sekitar 60 warga tertahan dalam antrean layanan akta kelahiran keliling di Kecamatan Gubeng, Kamis (31/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Emperan Kantor Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, mulai Kamis (31/5/2018) pagi sudah dipenuhi antrean warga. Mereka ingin mendapat layanan gratis pembuatan akta kelahiran.

 Antrean tetap terjadi meski sudah lepas dhuhur. Bahkan hingga pukul 14.00 kemarin, masih banyak warga yang belum terlayani dengan baik. Ada yang diminta kembali karena dokumen dianggap tak lengkap.

 Ada yang pulang lagi karena tidak membawa uang. Sebab meski tertulis gratis, karena pembuatan akta mereka telat lebih dari 60 hari sehingga wajib membayar denda Rp 100.000.

 "Kasihan tadi ada yang mengira bisa menggunakan SKTM. Ternyata tetap wajib harus membayar. Lha soalnya di formulir ada kalimat SKTM. Dianggapnya gratis tis," kata Muslikah, salah satu warga.

 Saat ini Dispenduk Capil Kota Surabaya membuka layanan mobil keliling. Warga tak perlu datang ke Kantor Dispenduk Capil di Gedung Siola. Cukup dilayani di lokasi mobil layanan akta kelahiran .

 Di mobil keliling ini seperti Samsat keliling atau SIM keliling. Warga cukup menyerahkan persyaratan, akta kelahiran sudah bisa langsung dicetak. 

 Warga yang belum punya akta kelahiran dan ingin mendapatkan layanan di akta lahir keliling itu, mereka harus memenuhi persyaratan dokumen lebih dulu. Yakni ada surat keterangan lahir dari dokter atau petugas berwenang.

 Kemudian menyertakan foto kopi KTP, KK, dan surat nikah. Selain itu, wajih menyertakan foto kopi KTP saksi dua lembar. Dengan berkas itu, pencetakan akta kelahiran resmi dari Diapebduk Capil sudah bisa dilakukan. 

Namun, layanan ini tidak secepat yang dibayangkan. Warga harus rela antre berjam-jam di emperan kantor kecamatan. Tidak ada kursi atau tenda saat antre. Semua berdiri menunggu antrean untuk dilayani. 

Untung di Kecamatan Gubeng ada musola. "Saya sejak pukul 09.30 antre di sini," kata Agus Malik, warga Kelurahan Pucangan saat ditemui surya.co.id, Kamis (31/5/2018).

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved