Advertorial

Brigitta Angeline, Siswi SMA Surabaya yang telah Sabet 7 Gelar Lomba Robotica Tingkat Nasional

Yin-yin telah menyabet tujuh lomba bergengsi tingkat nasional yakni Indonesian Robotic Olimpiad (IRO).

Brigitta Angeline, Siswi SMA Surabaya yang telah Sabet 7 Gelar Lomba Robotica Tingkat Nasional
surya/danendra kusumawardhana
Brigitta Angeline menyabet gelar juara pertama dan favorit Indonesian Robotic Olimpiad 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berawal dari melihat kakak keduanya mengotak-atik sebuah robot di rumah, Brigitta Angeline tertarik untuk terjun di dunia robotika saat itu juga.

Remaja yang biasa disapa Yin-yin ini meminta kepada orangtuanya untuk didaftarkan kursus Robokidz agar bisa mengotak-atik robot seperti kakaknya itu.

"Papa-mama langsung kasih dukungan dan mendaftarkan saya di Robokidz," kata Yin-yin, Selasa (29/5/2018). 

Yin-yin mendaftar kursus Robokidz saat masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 1. Sampai saat ini pun, Ia masih tetap aktif terdaftar sebagai murid Robokidz dan telah mencapai tingkatan Advance.

"Awalnya saya diajari tentang imajinasi, lalu naik tingkatan memprogram sebuah robot, logika dan visual basic," terangnya.

Dari ketekunannya dalam memperlajari robotica selama belasan tahun tersebut, Yin-yin telah menyabet 7 lomba bergengsi tingkat nasional yakni Indonesian Robotic Olimpiad (IRO).

"Saya mengikuti lomba robotica sejak kelas 3 SD hingga saat ini telah menyabet 7 gelar juara," sebut siswi SMAK Frateran Surabaya ini.

Ia melanjutkan, ketujuh gelar itu di antaranya juara pertama IRO saat kelas 6 SD di Jakarta, peringkat ke-2 IRO saat kelas 2 SMP, dan Juara pertama dan favorit IRO saat kelas 3 SMA.

Yin-yin menceritakan, untuk mendapatkan itu semua ia harus belajar ekstra keras. Bahkan, Ia sering tidak tidur karena harus menguji coba program robot yang ia buat sebelum perlombaan dimulai.

karya robotica Brigitta Angeline yang diberi nama Banana Peel for energy. Robot ini yang menyabet gelar juara 1 dan favorit
karya robotica Brigitta Angeline yang diberi nama Banana Peel for energy. Robot ini yang menyabet gelar juara 1 dan favorit (surya/danendra kusumawardhana)

"Persiapan sebelum lomba empat bulan. Bulan pertama merakit robot, bulan kedua hingga akhir memprogram dan mengujicoba robot. Rutinitas itu dimulai dari pagi hingga malam pukul 22.00 WIB. Kadang juga bela-belain sampai tidak tidur," bebernya.

Ia menambahkan, dukungan orangtuanya yang selalu hadir saat Yin-yin mengikuti lomba. Ini tentu saja menambah amunisi kepercayaan dirinya untuk berhadapan dengan lawan yang mayoritas laki-laki itu.

Barijanto dan Fammy orangtua Yin-yin tidak pernah absen memberikan support meski lomba diadakan di luar kota.

"Salah satu faktor saya bisa memenangkan lomba adalah orangtua saya, saya selalu diingatkan untuk berdoa terlebih dahulu agar hati menjadi tenang,'' pungkasnya.

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved