Berita Malang Raya

Terseret Ombak Laut Pantai Prabon, Pemancing Hilang

Bayu (30), warga Jl Blambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, hilang terseret ombak laut Prabonan saat memancing ikan. Begini kronologinya

Terseret Ombak Laut Pantai Prabon, Pemancing Hilang
net
Ilustrasi tenggelam 

SURYA.co.id | MALANG - Bayu (30), warga Jl Blambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, hilang terseret ombak laut Prabonan saat memancing ikan. 

Hingga kini, tubuh Bayu belum berhasil ditemukan, Senin (28/5).

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setyono mengatakan, kejadian tercebur dan terseretnya korban oleh ombak laut Pantai Prabon di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang terjadi pada Minggu (27/5) sore.

Dari keterangan sejumlah saksi diketahui korban memancing di pantai tersebut bersama seorang rekannya, Lindra Purnama.

Keduanya berada di pantai tersebut sejak pukul 09.00 WIB. Selain mereka berdua, ada empat orang pemancing lainnya. Sekitar pukul 15.00 WIB, para pemancing beristirahat dan melakukan persiapan untuk pulang, kecuali korban. Korban masih bersikeras melemparkan pancingnya untuk mencari ikan.

"Teman korban sudah meminta untuk ikut bersiap pulang, tapi justru korban kembali melempar pancingnya ke laut," kata Bagyo Setyono, Senin (28/5).

Tidak lama, menurut Bagyo, teman korban yang sedang santai sambil tiduran di tepi pantai beserta empat orang pemancing lain sambil menyeduh kopi, tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong.

Saat itu juga, teman korban bersama pemancing lain mengecek yang ternyata suara teriakan tersebut dari korban. Dan dilihat, korban sudah terseret ombak air laut yang dengan cepat membawanya ke tengah. Teman dan para pemancing lain yang mengetahui kejadian itu berupaya memberikan pertolongan dengan melempar tali pancing, tapi upaya tersebut gagal. Korban terburu ditelan ombak dan akhirnya tubuhnya menghilang.

Teman korban, tambah Bagyo, langsung mencari bantuan pada warga yang bermukim di tidak jauh dari lokasi pantai. Musibah itupun langsung dilaporkan pada Polair Polrs Malang dan tim SAR Gabungan Kabupaten Malang yang langsung melakukan pencarian terhadap korban.

"Hingga sore ini, pencarian tubuh korban masih terus dilakukan. Akan tetapi, upaya pencairan terkendala gelombang tinggi air laut yang mencapai kisaran 3 - 4 meter," tutur Bagyo.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help