Liputan Khusus

Material Bom Menempel di Pipi Ari, Ia Menyimpannya, Meski Awalnya Sempat Emosi dengan Pelaku

Material bom menempel di tubuh Ari. Ia memilih menyimpannya, meski awalnya sempat emosi dengan pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya.

Material Bom Menempel di Pipi Ari, Ia Menyimpannya, Meski Awalnya Sempat Emosi dengan Pelaku
surya/habibur rohman
Kondisi Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya Surabaya pasca serangan bom bunuh diri, Minggu (13/5/2018) pagi. 

Semangat dari para jemaat dan kerabatnya yang mengunjunginya membuat ia sadar, kemarahan tak bisa dibalas dengan kemarahan.

Ia pun memilih untuk memaafkan para peneror.

“Semua yang datang ke sini menguatkan saya. Sekarang saya sudah tak mau mengingat-ingat lagi,” tutur Ari.

Ari Setiawan, satpam Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri.
Ari Setiawan, satpam Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya yang menjadi korban ledakan bom bunuh diri. (surya/aflahul abidin)

Meski begitu, Ari tetap terpikir untuk mengabadikan kenangan atas teror itu.

Beberapa hari sebelumnya, ia merasa ada yang mengganjal di pipi kirinya. Awalnya ia mengira itu bisul.

Namun, saat dikorek, ada lempengan kecil tembaga yang tersisa.

Ia menduga, itu merupakan bagian dari material bom yang menempel di tubuhnya.

Material itu kemudian ia simpan dalam sebuah plastik kecil.

“Buat kenang-kenangan,” selorohnya.

Saat SURYA.co.id menanyainya makna toleransi setelah kejadian itu, Ari kesulitan untuk menerjemahkannya. Tapi, bagi dia, setiap manusia sama.

Halaman
1234
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved