Berita Malang Raya

Pria Asal Ponorogo Meninggal Tenggelam Saat Wisata di Pantai Banyu Anjlok

Peristiwa itu bermula saat Yogi dan keempat kawannya berangkat dari Ponorogo menuju kawasan wisata Bowele

Pria Asal Ponorogo Meninggal Tenggelam Saat Wisata di Pantai Banyu Anjlok
ist/independent
ilustrasi 

SURYA.co.id | MALANG - Seorang remaja, Yogi Rivaldo (21) tewas saat berwisata di Pantai Banyu Anjlok, Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (26/5/2018). Wisatawan asal Ponorogo itu meninggal dunia karena tenggelam.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo mengisahkan, peristiwa itu bermula saat Yogi dan keempat kawannya berangkat dari Ponorogo menuju kawasan wisata Bowele (Bolu-bolu, Wedi Awu dan Lenggoksono). Setelah sampai, kelimanya langsung menuju ke Pantai Banyu Anjlok, yang tidak jauh dari kompleks pantai Bowele.

Begitu sampai di lokasi, korban langsung naik ke kolam Banyu Anjlok. Korban mandi dan berenang di kolam yang airnya mengalir deras ke bawah menjadi air terjun.

Tak lama berselang, teman-temannya menyusul Yogi naik ke kolam. Sebelum mandi, korban sudah diingatkan rekannya agar tidak berenang. Namun peringatan itu tidak diindahkan.

"Korban tidak mendengarkan malah naik ke atas dan melanjutkan renang," Tomo Sabtu (26/5/2018).

Laki-laki yang akrab disapa Mbah Tomo ini menambahkan, korban sempat berenang dan menghampiri rekan-rekannya, sambil mengatakan bahwa kolam bisa dipakai berenang.

Kemudian kelima anak ini berenang. Namun teman-temannya Yogi menepi. Berbeda terhadap Yogi, dia justru melompat ke tengah kolam yang dalam.

Begitu Yogi lompat, beberapa saat kemudian tubuhnya tidak kunjung terlihat. Kawan-kawannya panik dan berusaha memanggil.

"Tidak mendapatkan jawaban, akhirnya kawan-kawannya meminta bantuan kepada warga dan diteruskan ke tim penolong dari PMI," imbuh Tomo.

Tim yang menuju lokasi tiba beberapa saat kemudian. Setelah melakukan penelusuran, korban ditemukan di dalam kolam Banyu Anjlok oleh tim penolong dan pencari. Saat dievakuasi, kondisinya sudah kritis.

Detak jantungnya terlalu lemah dan dari hidungnya keluar darah segar. Penolong berusaha memberikan pertolongan dengan pacu jantung. Namun, sayang nyawa korban tak tertolong.

Penulis: Benni Indo
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help