Pilkada 2018

Khofifah Beri Pembekalan untuk 1.551 Saksi di Ngawi

Mereka yang akan mengamankan dan memastikan suara masyarakat Jawa Timur yang diberikan untuk Khofifah-Emil bisa aman dan utuh

Khofifah Beri Pembekalan untuk 1.551 Saksi di Ngawi
SURYAOnline/Fatimatuz Zahro
Khofifah Indar Parawansa saat memberi pembekalan untuk 1.551 saksi di Ngawi 

SURYA.co.id | NGAWI - Sebanyak 1.551 orang saksi dipersiapkan untuk mengawal suara pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.

Saksi yang terdiri dari elemen relawan tersebut digadang akan menjadi pengawal di 1.551tempat pemungutan suara yang ada se Kabupaten Ngawi.

"Terima kasih pada korcam kordes di Ngawi, ada sebanyak 1.551 saksi syang sudah siap, namun ini baru saksi dalam. Kita butuh banyak saksi luar juga yang lebih banyak karena saksi luar inilah yang lebih banyak," kata Khofifah.

Saksi ini dikatakan Khofifah perannya sentral. Mereka yang akan menjadi pamungkas untuk ikhtiar pemenangan Khofifah-Emil. Mereka yang akan mengamankan dan memastikan suara masyarakat Jawa Timur yang diberikan untuk Khofifah-Emil bisa aman dan utuh.

"Saksi luar minimal tiga. Lebih banyak dari saksi luar karena mereka yang di luar ini kan lebih mobile," tegasnya.

Ia mengatakan untuk Ngawi, saat ini ia menargetkan untuk bisa menang mutlak. Meski sejak bulan Maret lalu dikatakan Khofifah, paslon nomor urut 1 sudah unggul, namun ia menegaskan bahwa relawan masih akan terus bergerak untuk melakukan penyapaan.

"Saya dan Mas Emil sampai hari ini pun juga masih berjalan keliling, saya di Ngawi, Mas Emil di Blitar dan Ponorogo, masih akan terus kami maksimalkan," ucapnya.

Ia meminta pada para relawan untuk terus melakukan sosialisasi program yang dicanangkan Khofifah-Emil. Seperti ada program pendidikan gratis dan berkualitas atau Tis Tas. Lalu untuk program pemberdayaan ekonomi dan anak muda juga ada program Millenial Job Center.

"Kami bukan hanya menyediakan pendidikan gratis saya untuk SMK tapi juga berkualitas," katanya.

Ia juga menyinggung tentang program Jatim Harmoni. Dalam program ini bukan hanya menyediakan dialog antar senimannya, budaya dan budayawan, dialog antar umat bergaman dan dialog antar generasi.

Sebab Khofifah tidak ingin ada komunikasi yang teputus antar generasi. Terlebih saat ini ada generasi X, generasi Z, generasi millenial. Mereka memiliki pola komunikasi yang berbeda-beda.

"Semoga apa yang kita programkan, bisa memberikan solusi bagi masyarakat Jawa Timur," pungkas Khofifah.

Sementara itu, Korda Relawan Khofifah-Emil, Ngawi, Suratno mengatakan bahwa saat ini memilih pemimpin harus yang amanah, dan juga jujur.

"Saya sangat yakin beliau akan terpilih sebagai gubernur Jawa Timur. Beliau akan membangun Ngawi. Ngawi sebagai pintu gerbang Jawa Timur jika dari Jawa Tengah," kata Suratno.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help