Berita Ekonomi Bisnis

Property Stabil, Pengembang Diminta Kreatif dalam Sediakan Produk

Pasar properti di 2018 diprediksi lebih baik dibanding 2017. Hal itu dirasakan Ciputra Group.

Property Stabil, Pengembang Diminta Kreatif dalam Sediakan Produk
surya/sugiharto
Hartono W, GM Citra Harmoni (kanan) bersama jajaran direksi Ciputra mengamati kereta yang melintas dibawah jembatan layang Citra Harmoni,Jumat (25/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasar properti di tahun 2018 diprediksi lebih baik dibanding 2017. Hal itu dirasakan Ciputra Group yang menyebutkan kinerja kuartal I tahun 2018 yang lebih tinggi dibanding periode sama tahun 2017.

"Kami melihat potensi yang besar di tahun 2018. Terlihat lebih tinggi dibanding tahun 2017, yang kemarin mencapai pertumbuhan 13 persen," kata Harun Hajadi, Direktur Ciputra Group saat askunjungan di proyek fly over atau jalan layang di perumahan Citra Harmoni, Sidoarjo, Jumat (25/5/2018).

Di tahun 2018 ini, pihaknya optimis Ciputra Group bisa mencapai pertumbuhan hingga 18 persen.

"Kami optimis. Memang proterti tidak sedang booming. Tapi ini biasa atau stabil, karena memang seperti ini yang diperlukan," ungkap Harun.

Apalagi saat ini, pihaknya terus agresif melakukan pengembangan proyek dengan menyelesaikan pembangunan yang sudah ada. Selain itu juga menyediakan produk yang lebih beraneka macam dan mampu menarik konsumen untuk belanja properti.

Pengembang yang kreatif dalam produk, harga dan fasilitas akan mampu bertahan di tengah kondisi pasar yang memang tidak booming.

"Tapi juga tidak krisis. Jadi kreatif memang menjadi tuntutan untuk bisa mendapatkan konsumen yang lebih berkembang," lanjut Harun.

Ciputra Group di tahun 2018 ini menyediakan capex atau modal usaha sebesar Rp 2 triliun. Jumlah itu akan menjadi modal untuk biaya pembangunan proyek-proyek yang ada.

Saat ini proyek Ciputra Group yang paling banyak memerlukan modal untuk capex adalah proyek reklamasi pantai Losari di Makassar, Sulawesi Selatan. Sedangkan proyek di Surabaya dan Sidoarjo dari Ciputra Group memberi kontribusi sekitar 30 persen.

Untuk proyek di Citra Harmoni Sidoarjo, infrastruktur berupa fly over, pembangunannya sudah mencapai 95 persen.

General Manager Citra Harmoni, Hartono Winarko, menjelaskan proyek Fly Over ini merupakan nilai tambah bagi Citra Harmoni. Baik dari posisi yang persis berada di Jalan Raya Surabaya-Krian, maupun mampu meningkatkan harga dari produk landed house yang ada di Citra Harmoni.

"Invetasi pembangunan fly over ini mencapai Rp 14 miliar. Pembangunan sejak 8 bulan lalu, dan jika saat ini kisarannya Rp 4,5 juta - Rp 5 jutaan per meter persegi, dengan tersambungnya flyover ini nantinya harganya akan melonjak jadi Rp 7 juta - Rp 8 jutaan," ungkap Hartono.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help