Berita Madiun

Peras Ratusan PKL Alun-Alun Mejayan Selama Tiga Tahun, Begini Nasib Ketua Paguyuban PP9M Madiun

Selama 2015 hingga 2018, tersangka melakukan pemerasan dan penipuan terhadap sebanyak 191 PKL, dengan total uang Rp 235 juta.

Peras Ratusan PKL Alun-Alun Mejayan Selama Tiga Tahun, Begini Nasib Ketua Paguyuban PP9M Madiun
surya/rahadian bagus
Kasubag Humas Polres Madiun, AKP Sumantri, menunjukan tersangka dan barang bukti. 

SURYA.co.id | MADIUN - Polres Madiun menetapkan Ketua Paguyuban Pedagang 9 Muda (PP9M), Suwandi (51), sebagai tersangka dalam kasus pemerasan dan penipuan terhadap sejumlah PKL di Alun-Alun Mejayan, Madiun.

Kasubag Humas Polres Madiun, AKP Sumantri, menuturkan kasus ini terjadi sejak 2015 hingga 2018. Sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar Alun-Alun Mejayan dimintai uang oleh pengurus PP9M.

"Nominalnya beragam, mulai Rp 100.000 hingga Rp 900.000. Selain itu juga melakukan pungutan Rp 2.000 per hari untuk pleser," kata AKP Sumantri dalam press release yang digelar di Mapolres Madiun, Jumat (25/5/2018) siang.

Ia menuturkan, uang pungutan tersebut diminta tersangka dengan dalih sebagai uang jaminan anggota paguyuban agar boleh berjualan di sekitar alun-alun.

Tersangka juga menipu dengan mengatakan, uang akan dikembalikan dan dipotong 20 persen bagi anggota yang keluar dari paguyuban.

Selama 2015 hingga 2018, tersangka melakukan pemerasan dan penipuan terhadap sebanyak 191 PKL, dengan total uang Rp 235 juta.

"Sebagian uang hasil pemerasan dan penipuan sudah digunakan, dan kini tinggal sisanya Rp 8.375.000," katanya.

Diberitakan sebelumnya, menindaklanjuti laporan dugaan pungli terhadap PKL di Alun-Alun Mejayan oleh sejumlah pengurus paguyuban, Polres Madiun memanggil sejumlah saksi, Rabu (28/3/2018).

Pada 5 Maret 2018, lalu sejumlah PKL yang biasa berjualan di Alun-Alun Mejayan melaporkan dugaan tindak pidana pungli oleh sejumlah pengurus paguyuban.

Polisi memanggil 12 orang saksi untuk dimintai keterangan. Dari 12 orang yang dipanggil, tiga di antaranya merupakan pengurus paguyuban.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 368 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun penjara.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help