Lapor Cak

Pengendara Saling Serobot, Lalu Lintas di Perempatan Wonokusumo Semrawut

Para pengendara saling serobot saat menyeberangi perempatan jalan Wonokusumo, Surabaya, Jumat (25/5/2018).

Pengendara Saling Serobot, Lalu Lintas di Perempatan Wonokusumo Semrawut
surya/danendra kusumawardana
Para pengendara saling serobot saat menyeberang perempatan Wonokusumo, Surabaya, Jumat (25/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Para pengendara saling serobot saat menyeberangi perempatan jalan Wonokusumo, Surabaya, Jumat (25/5/2018).

Perempatan tersebut menghubungkan Kedung Mangu, Tenggumung Baru dan Tenggumung Wetan. Penumpukan kendaraan pun terjadi ditengah-tengah pertemuan antar ke 4 jalan tersebut karena lalu lintas yang semrawut.

Tak jarang pula sebagian pengendara menyebarang jalan dengan kecepatan tinggi serta zig-zag. Sehingga membuat para pengendara lain menekan pedal rem dalam-dalam. Suara klakson pun terdengar riuh bersahutan untuk memperingatkan pengendara yang ugal-ugalan.

Tak jarang pengendara dari arah Dukuh Sroko menyebarang jalan dengan kecepatan tinggi, sehingga membuat para pengendara lain menekan pedal rem dalam-dalam. Selang beberapa detik suara klakson peringatan pun terdengar kencang.

Selain itu banyak kendaraan besar seperti truk pengangkut pasir yang lalu lalang di perempatan jalan yang sempit itu. Dikatakan sempit, karena perempatan tersebut terhalang oleh tiang listrik yang berada ditengah jalan. Namun, seharusnya kendaraan besar hanya boleh melintas pada saat malam hari agar tidak menyebabkan kemacetan.

Sudah jelas pula rambu-rambu yang memperingatkan hal itu. Tapi, masih banyak pengendara truk pasir yang masih nekat melintas pada sore hari.

volume kendaraan saat itu juga terpantau ramai lancar. Serta sedikit menimbulkan kemacetan saat truk-truk besar mulai melintas.

Melihat hal itu, para warga yang berada disekitar perempatan sukarela turun tangan untuk mengurai kemacetan. Mereka juga terlihat berlarian untuk mengatur lalu lintas. "Ayo pak ayo pak" katanya sambil melambaikam tangan tanda untuk memberikan jalan pengendara.

Masalah kemacetan di perempatan jalan ini dikomentari oleh pengendara bernama Samsul Arifin. Ia mengatakan, kemacetan sering terjadi saat sore hari menjelang Maghrib.

"Macetnya bisa sampai hampir 200 meter," ujarnya.

Ia menambahkan, truk-truk pasir yang melintas membuat laju kendaraan tersendat. "Perempatan itu kecil, kalau dilewati sama kendaraan berat pasti macet. Pengendara juga saling serobot," terangnya.

Hal senada diungkapkan oleh pengendara lain bernama Livia Nuril Hasanah. Livia mengungkapkan setiap pulang kuliah pasti akan melewati jalan tersebut. "Malam minggu macetnya juga lumayan parah," katanya.

Ia menjelaskan, jalan tersebut adalah jalan alternatif yang menghubungkan ke jembatan Suramadu maupun Kenjeran.

"Jadi ya banyak kendaraan berat yang melintas. Karena jalan ini mungkin dijadikan alternatif menuju jembaran Suramadu," pungkasnya. 

Penulis: Danendra Kusumawardana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help