Berita Tulungagung

Pelaku Tabrak Lari di Tulungagung Menyerahkan Diri Setelah Tahu Korbannya Tewas

Seorang pelaku tabrak lari di Tulungagung akhirnya menyerahkan diri ke polisi setelah mengetahui korban yang ternyata tetangga sendiri, tewas.

Pelaku Tabrak Lari di Tulungagung Menyerahkan Diri Setelah Tahu Korbannya Tewas
pixabay
Ilustrasi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Suwito (66) warga Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung terkapar di Jalan Teuku Umar, Kamis (24/5) sekitar pukul 07.50 WIB. Suwito ditabrak motor Honda Tiger. Saat itu, pelakunya langsung melarikan diri.

Kakek malang ini kemudian meninggal dunia di lokasi karena luka parah di kepala.

Sekitar pukul 11.30 WIB penabrak Suwito menyerahkan diri ke polisi. Ia adalah Titis Prayitno (38), yang masih bertetangga dengan korban.

“Dia menyerahkan diri karena diberi tahu korbannya meninggal dunia. Sekarang masih proses pemeriksaan,” terang Kanit Laka Lantas, Santanlas Polres Tulungagung, Ipda Dion Fitriyanto.

Dion menuturkan, sebelum kejadian Suwito mengendarai sepeda kayuh dari arah selatan ke utara. Titis yang mengendarai motor Honda Tiger AG 2566 SR juga berjalan searah. Diduga Titis kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di lokasi.

Ia melaju terlalu ke kiri, sehingga menabrak Suwito yang mengendarai sepeda kayuh. Suwito terjatuh dan kepalanya membentur aspal. Luka parah di kepalanya mengucurkan darah.

“Saat jatuh kepalanya membentur bagian aspal yang tajam. Sehingga kepalanya terluka, lebarnya sekitar dua sentimeter,” ujar Dion.

Selain itu Suwito diduga juga mengalami gegar otak, hingga keluar darah dari telinga. Titis yang tahu korbannya terjatuh tidak berhenti di lokasi. Dari pengakuannya, Titis sempat akan ke lokasi, namun dia takut karena sudah banyak polisi.

Titis kemudian pulang dan menceritakan kejadian ini ke keluarganya. Titis kemudian disarankan untuk menyerahkan diri. “Pukul 11.30 dia diantar keluarganya menyerahkan diri,” tegas Dion.

Saat ini proses penyidikan terharap Titis masih berjalan. Polisi juga belum memutuskan, apakah melakukan penahanan atau tidak. Sebab sejauh ini pelaku masih bersikap kooperatif selama penyidikan.

Titis adalah karyawan di sebuah toko garmen di Tulungagung. Menurut pengakuan seorang temannya, saat kejadian Titis memang sedang terburu-buru. Ia harus lekas absen pagi sebelum buka toko.

“Kalau terlambat check lock maka ada bonus yang akan dipotong. Dia buru-buru agar tidak telat,” ujar temannya itu.

Sesampai di kantor Titis juga diberi tahu, bahwa orang yang ditabraknya meninggal dunia. Titis berniat balik, namun urung karena sudah banyak polisi. Titis memilih pulang dan menyerahka diri. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help