Berita Surabaya

Polda Jatim : Sipoa Group Tak Pernah Bangun Apartemen dan Tipu 1.104 Orang

Dalam kasus ini, ada 1.104 konsumen menjadi korban atas pembelian apartemen yang dijual Sipoa Group di Surabaya dan Sidoarjo.

Polda Jatim : Sipoa Group Tak Pernah Bangun Apartemen dan Tipu 1.104 Orang
surya/fatkhul alamy
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Franz Barung (kiri) menunjukan gambar proyek apartemen yang digarap Sipoa Grup. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Subdit Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim terus mengembangkan kasus dugaaan penipuan yang dilakukan Sipoa Group.

Dalam kasus ini, ada 1.104 konsumen menjadi korban atas pembelian apartemen yang dijual Sipoa Group di Surabaya dan Sidoarjo.

Penyidik terus mengumpulkan fakta atas kasus ini.

Termasuk kronologias Grup Sipoa yang sudah melakukan promo besar-besaran kepada konsumen atas berbagai proyek apartemen.

"Mulai tahun 2014 ada sebanyak 1.104 konsumen beli apartemen. Sebanyak 619 konsumen sudah bayar lunas," sebut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Franz Barung Mangera di Maoolda Jatim, Rabu (23/5/2018).

Baca: Korban Sipoa Beramai-ramai ke LBH Unair, Bayar Ratusan Juta Tanah Masih Kosong 

Baca: Polda Jatim Tetapkan 2 Bos Sipoa Group Jadi Tersangka

Baca: BREAKING NEWS - Kantor Perumahan Sipoa hendak Diduduki Massa, Para Karyawannya Dievakuasi Polisi  

Dalam promosinya, kata Barung, Sipoa Group menjanjikan ke konsumen sudah ada serah terima apartemen pada Juni-Desember 2017.

Kenyataannya, manajemen Sipoa Group tidak bisa merealisasikan janji memberikan apartemen ke konsumen pada Juni-Desember 2017.

Akibatnya 1.104 konsumen resah dan protes.

"Manajemen Sipoa Grup pernah mengumpulkan konsumen pada November 2017, tapi tak ada kesepakatan. Realisasi tak ada," tutur Barung.

Akhirnya, 71 konsumen yang tergabung paguyuban pembeli melapor ke Polda Jatim didampingi LBH Unair.

Atas laporan itu, Subunit Hargabangta Ditreskrimum Polda Jatim melakukan penyelidikan.

Saat polisi melakukan penyelidikan, gejolak protes konsumen ke Sipoa Group terus berlangsung.

"Kami menemukan fakta lapangan, ternyata tak ada bangunan apartemen yang digarap Sipoa Group. Adanya hanya tiang pancang dan tembok di lokasi yang diakui akan dibangun apartemen," cetus Barung.

Barung menegaskan, kasus ini terus diusut penyidik.

"Kasus ini ada 15 laporan polisi, jumlah tersangkanya juga bertambah lagi. Biar dijelaskan penyidik," ujar Barung.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help