Berita Ponorogo

Meriahnya Ngabuburit Budaya Ponorogo, Warga dan Berbagai Komunitas Bukber di Atas Daun Pisang

Ngabuburit Budaya, diisi dan dihadiri sejumlah komunitas dan pegiat seni di Ponorogo. Selain itu, juga dihadiri ratusan masyarakat.

Meriahnya Ngabuburit Budaya Ponorogo, Warga dan Berbagai Komunitas Bukber di Atas Daun Pisang
surya/rahadian bagus
Ratusan warga Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo, mengikuti buka puasa bersama dan bersantap makanan yang ditaruh di atas daun pisang yang disusun berjejer di halaman Monumen Bantarangin, Rabu (23/5/2018). 

SURYA.co.id | PONOROGO- Untuk menjalin kebersamaan dan memeriahkan bulan Ramadan, ratusan warga Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, mengikuti buka puasa bersama. Uniknya, santapan buka puasa ditaruh di atas daun pisang yang disusun berjejer di halaman Monumen Bantarangin, Rabu (23/5/2018) sore.

Suasana sangat meriah, sebab sebelum acara buka puasa dimulai, warga disuguhi beragam kesenian dari Sanggar Seni Sabuk Janur, Ponorogo. Di antaranya seni jathil, ganong dan juga tari reog, serta wayang sengak Ponorogo.

Selain itu, selama ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa, peserta buka puasa juga bisa mengikuti pengobatan terapi rendam kaki secara gratis.

Terapi rendam kaki, merupakan terapi atau pengobatan tradisional dengan cara merendam kaki di ember yang berisi air ramuan dan juga es batu. Kaki direndam dalam air ramuan dari Dayak selama 10-15 menit.

Seorang warga setempat, Sumini mengaku senang dengan kegiatan ini. Sebab, suasana Ramadan menjadi lebih terasa dengan kegiatan ngabuburit dan buka puasa di halaman Monumen Bantarangin.

"Senang sekali, kalau buka puasa rame-rame kan jadi lebih terasa suasana kebersamaanya," kata Sumini yang mengajak keluarganya di rumah untuk ikut acara sore itu.

Senada juga dengan Hartono. Warga Desa Somoroto ini mengapresiasi panitia acara yang telah menggelar kegiatan ngabuburit dan buka puasa.

"Bagus sekali acaranya, kalau bisa setiap tahun diadakan," katanya.

Ketua panitia acara, Wisnu, menerangkan acara Ngabuburit Budaya itu digagas sejumlah komunitas di Ponorogo. Ia mengatakan, acara ini diikuti sekitar 300 warga.

"Tujuan dari acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi. Sekaligus juga ingin menunjukan bahwa Islam ramhatan lil alamin," jelas Wisnu.

Dikatakan Wisnu, Ngabuburit Budaya, diisi dan dihadiri sejumlah komunitas dan pegiat seni di Ponorogo. Selain itu, juga dihadiri ratusan masyarakat.

Masyarakat secara swadaya menyiapkan makanan berbuka. Masing-masing membawa bekal makanan berbuka puasa untuk disantap bersama-sama pada sore itu.

Ketika waktu berbuka tiba, seluruh peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, orang tua menyantap makanan bersama-sama, lesehan beralaskan tikar.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help