Berita Tulungagung

Bocah SD Hamili Siswi SMP di Tulungagung, LPA Malah Sebut Pernikahan Bukan Solusinya, Ada Apa?

Bocah SD hamili siswa SMP di Tulungaguang, LPA malah sebut pernikahan bukan solusinya, ini alasannya

Bocah SD Hamili Siswi SMP di Tulungagung, LPA Malah Sebut Pernikahan Bukan Solusinya, Ada Apa?
Kolase TribunJatim.com
Ilustrasi bocah SD dan SMP pacaran. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Kepolisian Polres Tulungagung dan Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif (ULT PSAI) melakukan assessmen terhadap kasus anak SD yang menghamili siswi SMP.

"Assessmen diperlukan untuk memastikan apa keperluan anak," terang Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tulungagung, Winny Isnaeni.

Menurut Winny, dalam kasus anak yang hamil tidak harus dinikahkan dengan pacarnya.

Sebab ekses dari pernikahan dini ini bisa lebih buruk.

"Ada yang malah menjadi KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), ada juga yang melahirkan banyak anak," ujar Winny.

Diakui Winny, dalam kondisi anak hamil, orang tua secara psikologi ingin ada pertanggungjawaban.

Namun terlebih dulu anak harus menjalani assessmen untuk memetakan kebutuhannya.

"Mereka butuh pemulihan dan harus ditangani psikolog," tambah Winny.

Kasus persalinan di bawah 18 tahun di Tulungagung terus menurun.

Tahun 2015 angkanya mencapai lebih dari 400 kasus.

Halaman
1234
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help