Berita Surabaya

Bikin Order Fiktif Taksi Online Rp 300 Juta Sebulan, 3 Terdakwa Ini Divonis Bersalah, Hukumannya

Hakim Timur Pradoko menegaskan ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana order fiktif yang merugikan pihak perusahaan taksi online.

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga terdakwa kasus order fiktif taksi online yakni Liem Chandra (37) warga Jalan Mangga Besar VIII Jakarta, Liem Andrew Agata (32) warga Jalan Sutorejo Prima Utara I Surabaya, dan Mauriciano Victorius Laimanjaya (35) warga Jalan Kusuma Nomor 42 Genteng Surabaya, bisa bernafas lega.

Itu setelah mereka divonis berbeda dan lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Sidang yang digelar di PN Surabaya ini memang diagendakan pembacaan putusan oleh majelis hakim yang diketuai Timur Pradoko.

Dalam berkas putusan itu, Hakim Timur Pradoko menegaskan jika ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan melakukan order fiktif yang merugikan pihak perusahaan taksi online.

Mereka juga terbukti melanggar UU ITE yakni pasal 51 ayat 1 jo pasal 5 UU No 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Dari pertimbangan itu, kami menjatuhkan pidana masing-masing pada Liem Chandra selama enam bulan, Andrew selama lima bulan dan Mauriciano selama empat bulan. Semuanya dikurangi masa tahanan dari vonis yang dijatuhkan," jelasnya, Rabu (23/5/2018).

Adapun vonis yang dijatuhkan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endro Riski Erlzuadi pada sidang sebelumnya.

Tuntutan itu adalah delapan bulan untuk Liem Chandra dan enam bulan untuk dua terdakwa lain, Andrew dan Mauriciano.

Menanggapi putusan itu, dua terdakwa yakni Liem Chandra dan Mauriciano menerima putusan hakim. Namun terdakwa Andrew justru sebaliknya. Dia memutuskan untuk memikirkan vonis hakim yang dijatuhkan kepadanya.

Alasannya, vonis yang dijatuhkan kepada dua terdakwa lain berbeda dengannya.

"Jika terdakwa Chandra dan Mauriciano vonisnya lebih ringan dua bulan dari tuntutan jaksa. Sedangkan Andrew hanya dikurangi sebulan dari tuntutan jaksa. Untuk itu, kami pikir-pikir," ungkap kuasa hukum terdakwa Andrew, Daniel Wibowo.

Untuk diketahui, ketiga terdakwa ini ditangkap Tim Cyber Crime Polrestabes Surabaya karena melakukan order fiktif. Modusnya, mereka seolah-olah mendapatkan penumpang dari aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan taksi online.

Padahal mereka hanya mempersiapkan sejumlah ponsel dengan aplikasi khusus akun driver dan ratusan ponsel khusus customer.

Sehingga yang mereka kejar adalah bonus harian yang diberikan kepada driver untuk sepuluh kali trip, atau mengangkut penumpang.

Bisnis yang dijalankan ketiganya cukup berhasil, sebab hanya dalam waktu beberapa bulan saja, mereka mendapatkan hasil Rp 300 juta

Penulis: Sudharma Adi
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved