Pilkada 2018

Bentuk Tim Pendamping UMKM, Khofifah Janjikan Permudah Urus Izin Merek dan Sertifikasi Halal 

Dalam dialog bersama puluhan pelaku usaha kecil menengah di kampung Perum Permata Alam Permai itu, Khofifah banyak menerima masukan dan juga keluhan.

Bentuk Tim Pendamping UMKM, Khofifah Janjikan Permudah Urus Izin Merek dan Sertifikasi Halal 
surya/fatimatuz zahro
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa ngabuburit sambil menyerap aspirasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Rabu (23/5/2018). 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa menyerap aspirasi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (23/5/2018).

Dalam dialog bersama puluhan pelaku usaha kecil menengah di kampung Perum Permata Alam Permai itu, Khofifah banyak menerima masukan dan juga keluhan.

Salah satunya adalah kendala pengurusan izin merk dan juga izin BPOM untuk jenis usaha makanan ringan. Pasalnya ada salah satu pelaku usaha yang menganggap pengurusan izin merk di Jawa Timur rumit.

Bahkan sudah bolak balik mengurus sampai empat kali belum juga didapatkan izin merk maupun izin halal ataupun izin dari badan pengawan obat dan makanan.

Hal tersebut tak luput menjadi perhatian cagub yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak. Pasalnya Khofifah dan Emil sudah menyiapkan program pendampingin khusus untuk UMKM Jawa Timur.

"Mereka, pelaku UMKM butuh pendampingan, saya sudah ngmong dengan yang berwenang, dari BPOM dalam navigasi program. Bahwa dalam mengurus izin merk, izin dari BPOM dan sertifikat halal, harus ada sistem yang jelas dan berkepastian," kata Khofifah.

Misalnya dalam mengurus izin BPOM butuh apa saja, dan berapa lama sampai pelaku usaha dapat mengantongi sertifikat yang dibutuhkan tersebut. Dan alurnya juga harus jelas.

Dengan begitu pelaku usaha juga tidak akan merasa digantung dan akan ada kepastian dan kejelasan. Dan akan membuat iklim yang baik untuk pengembangan usaha kecil menengah di Jawa Timur.

"Tim ini akan mendampingi mereka. Seperti kalau di Kementerian Sosial itu Satuan Bakti Pekerja Sosial itu lho. Jadi tidak perlu lembaga baru," tegasnya.

Program yang dapat mendorong UMKM di Jatim menurut Khofifah harus digalakkan. Sebab di i Jawa Timur ini PDRB nya sebesar 54 persen di sumbang oleh UMKM.

"Ada yang mikro, kecil dan menengah. Nah yang saya kunjungi ini yang sektor usaha kecil," kata Khofifah di rumah Sri Rahayu, owner sambal Khas Bu Ayu ini.

"Dari data yang saya dapat, di Jatim itu ada sebanyak 6,8 juta pelaku usaha kecil menengah. Ya seperti beliau ini salah satunya," pungkas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help