Bom Surabaya

Tiga Jasad Pelaku Bom Gereja Surabaya Masih Berada di RS Bhayangkara, Seperti Ini Kondisinya

Tiga jasad pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya masih berada di RS Bhayangkara Polda Jatim

Tiga Jasad Pelaku Bom Gereja Surabaya Masih Berada di RS Bhayangkara, Seperti Ini Kondisinya
surya/ahmad zaimul haq
Polisi menyisir di sekitar lokasi ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jl Arjuno, Surabaya, Minggu (13/5/2018). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tiga jasad pelaku bom bunuh diri di gereja Surabaya masih berada di RS Bhayangkara Polda Jatim hingga Selasa (22/5/2018).

Tim dokter forensik dan DVI masih proses menyelesaikan identifikasi.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Atifin menjelaskan, ketiga jenasah itu masih butuh penanganan identifikasi dan tes DNA.

"Kemungkinan baru besok, Rabu (23/5/2018). Hari ini (Selasa, 22/5/2018) katanya akan diselesaikan," jelas Machfud saat ditemui di RS Bhayangkara, Selasa (22/5/2018).

Tiga jenazah pelaku bom bunuh diri yang masih di RS Bhayangkara, yakni Dita Oepiyanto, pelaku yang tewas di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jl Arjuno.

Kemudian dua anaknya, yakni YF (18) dan FH (16) yang bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel.

Ketiga jenazah itu, saat berada di lokasi tewas dan sulit dikenali.

Jasad Dita hangus dan tak utuh lantaran dirinya meledakkan bom di dalam mobil di GPPS Jl Arjuno.

Sedangkan tubuh YF dan FH yang meledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, tubuhnya hancur.

Machfud menuturkan, jasad tiga orang pelaku itu hingga Selasa (22/5/2018), tidak ada keluarga yang mengakui dan datang ke RS Bhayangkara.

"Kalau tak ada keluarga yang datang dan mengakui, ya segera dimakamkan saja," ucap pria kelahiran Surabaya ini.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help