Berita Madiun

Di Tangan Agus Budhiarto, Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah

Di tangan Agus Budhiarto, PNS Dinsos Kota Madiun, kayu-kayu limbah disulap menajdi barang kerajian bernilai jutaan Rupiah.

Di Tangan Agus Budhiarto, Kayu Limbah Disulap Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Agus menunjukan cara memasang daun pada batang kayu yang sudah dibor. 

SURYA.co.id|MADIUN - Pada bulan Ramadhan, selain kebutuhan makanan umat muslim biasanya sibuk merapikan dan mendekorasi rumah. Peluang itulah yang ditangkap Agus Budhiarto (50) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Sosial Kota Madiun.

Berbekal bakat seni yang diwariskan ayahnya, serta tutorial dari YouTube, ayah dua anak ini mencoba membuat kerajinan hiasan berban dasar limbah kayu dan bunga imitasi. Karya seninya itu ternyata memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

"Sudah sekitar tiga bulan ini saya menekuni kerajinan bunga imitasi ini, "kata Agus saat ditemui di rumahnya, di Perumahan Manisrejo I, Jalan Kerto Manis 1 no 10, Kota Madiun, Selasa (22/5/2018) siang.

Ia menuturkan, setiap hari selama tiga bulan ia intens berkarya membuat hiasan dari daun dan bunga imitasi. Meski sekilas tampak mudah, namun dibutuhkan jiwa seni dan kesabaran untuk membuatnya.

Agus mengatakan, bahan utama dari karya seninya adalah limbah kayu atau batang kayu yang sudah tidak dipakai. Sebagian dari batang kayu ini ia dapat dari tempat sampah, ada juga yang dibeli dari warga yang sedang memotong pohon.

"Kadang ngambil dari tempat sampah. Kadang beli juga dari orang yang sedang memotong pohon. Kan kalau di perumahan, kayu tidak dipakai, dibuang gitu saja,"katanya.

Ia menuturkan, batang kayu tersebut kemudian dibersihkan, dikupas bagian kulit, lalu dihaluskan. Setelah itu diplitur atau dicat menggunakan cat minyak.

Setelah batang diplitur, kemudian dibor agar batang daun atau bunga bisa ditancapkan ke batang. Agar tidak mudah lepas, bagian ujung batang yang dimasukan ke dalam lubang diberi lem.

Sedangkan daun dan bunga imitasi dari plastik, ia beli dari toko di Solo dan Surabaya. Harganya, per batang sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.

"Di Madiun ada, tapi mahal," katanya.

Bunga hias ini dijual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. Dari setiap penjualan, ia mengaku bisa untung 100 persen.

Ia memasarkan hasil karyanya melalui instagram dan juga facebook. Dalam satu bulan, ia bisa menjual tujuh hingga sepuluh hiasan bunga.

Selain menjual, ia juga menyewakan hasil karyanya untui hiasan pernikahan atau hajat yang lain. Agus juga membuka pintu bagi siapa saja yang ingin belajar membuat kerajinan seperti dirinya. (rbp)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved