Berita Banyuwangi

Setelah Bekraf, Giliran Kemenkop UMKM Garap Ekonomi Kreatif Banyuwangi

Kemenkop memberikan pelatihan selama empat untuk pelaku-pelaku usaha kreatif di Banyuwangi, 21-24 Mei 2018.

Setelah Bekraf, Giliran Kemenkop UMKM Garap Ekonomi Kreatif Banyuwangi
surya/haorrahman
Pelatihan ekonomi kreatif yang dilakukan Kemenkop UMKM di Banyuwangi 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Setelah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan pendampingan terhadap pelaku-pelaku usaha kreatif di Banyuwangi, kini giliran Kementerian Koperasi dan UMKM (Kemenkop UMKM), melakukan hal yang sama.

Kemenkop memberikan pelatihan selama empat untuk pelaku-pelaku usaha kreatif di Banyuwangi, 21-24 Mei.

Dipilihnya Banyuwangi menurut Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenkop UMKM, Ahmad Hafiz, Banyuwangi telah banyak mengalami perkembangan di bidang ekonomi kreatif dan pariwisata.

"Banyuwangi cukup respronsif terhadap ekonomi kreatif. Banyak produk-produk kreatif dari Banyuwangi bermunculan. Ini bagus," kata Hafiz, Senin (21/5/2018).

Menurut Hafiz dalam ekonomi kreatif berbasis pada komunitas, teknologi informasi, dan anak-anak muda. Hafiz menambahkan, Banyuwangi memiliki potensi itu semua.

"Tinggal bagaimana caranya mengeksplore, sehingga bisa terekspos ke luar," kata Hafiz.
Ditambah lagi menurut Hafiz, dalam waktu dekat Banyuwangi akan menjadi daerah penyangga pertemuan IMF, di Bali, Oktober mendatang.

"Ini bisa menjadi momentum bagi Banyuwangi untuk kian memperkenalkan produk-produk UMKM," tambah Hafiz.

Pelatihan ekonomi kreatif ini meliputi, koperasi, kewirausahaan, manajemen produksi, pembiayaan, teknologi informasi, dan evaluasi pelatihan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Banyuwangi, Alief Setiono, mengatakan, dipilihnya Banyuwangi pelatihan ekonomi kreatif ini, bisa meningkatkan daya saing pelaku ekonomi kreatif di daerah, sehingga bisa kompetitif dengan produk pelaku ekonomi kreatif kota besar yang telah mapan secara SDM dan infrastruktur.

"Di Banyuwangi memiliki banyak bentuk produk kreatif, seperti produk bambu, furniture, atau suvenir. Dengan pelatihan seperti ini, sehingga UMKM lebih profesional," kata Alief.

Menurut Alief, Banyuwangi menggerakkan pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata.

"Bertumbuhnya pariwisata harus dijadikan kesempatan oleh pelaku ekonomi kreatif. Kami berharap itu bisa dibenahi bersama, dan kami bisa mendapat banyak masukan dari Bekraf," ujarnya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved